Pelatihan Moderasi Beragama Tak Sekadar Seremonial, Disiapkan Cetak 40 Mahasiswa Agen Perubahan

Bagikan artikel ini:
Pelatihan Moderasi Beragama Tak Sekadar Seremonial, Disiapkan Cetak 40 Mahasiswa Agen Perubahan
Berita

rapat koordinasi persiapan kerja sama penyelenggaraan Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama antara Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta yang digelar secara daring, Jumat (24/7/2026).

Ciputat (Pusbangkom MKMB)—Upaya menghadirkan penyelenggaraan Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama yang berkualitas, terarah, dan berdampak terus diperkuat melalui sinergi antarlembaga. Komitmen tersebut diwujudkan dalam rapat koordinasi persiapan kerja sama penyelenggaraan Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama antara Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta yang digelar secara daring.

Rapat koordinasi menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, memperjelas pembagian peran, serta memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan pelatihan dipersiapkan secara matang. Melalui koordinasi yang intensif, kedua institusi berkomitmen menghadirkan pelatihan yang tidak hanya terlaksana dengan baik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peserta dan berkontribusi terhadap penguatan implementasi moderasi beragama.

Kepala Pusbangkom MKMB, Musyarrafah Amin, menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan ikhtiar bersama dalam memperkuat implementasi moderasi beragama sebagai salah satu kebijakan strategis Kementerian Agama. “Penyelenggaraan pelatihan harus berorientasi pada kualitas, hasil, dan kebermanfaatan yang dapat dirasakan secara nyata oleh peserta,” ujarnya secara daring, Jumat (24/7/2026).

Musyarrafah menjelaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan pelatihan sangat ditentukan oleh kesamaan visi seluruh pihak yang terlibat. “Oleh karena itu, sejak tahap perencanaan diperlukan komitmen bersama agar setiap proses berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Selain penyamaan visi, Musyarrafah juga menekankan pentingnya kejelasan tanggung jawab masing-masing pihak dalam pelaksanaan kerja sama. Menurutnya, pembagian peran yang terstruktur mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan akan menjadi fondasi bagi penyelenggaraan pelatihan yang efektif dan akuntabel.

Musyarrafah mengharapkan agar pelatihan ini tidak berhenti pada kegiatan bersifat seremonial, tetapi mampu melahirkan agen-agen moderasi yang mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan kerja maupun Masyarakat.

Ia juga mengingatkan agar seluruh aspek teknis dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari penyusunan jadwal, kesiapan perangkat pembelajaran, fasilitas pendukung, hingga mitigasi terhadap berbagai potensi kendala selama pelaksanaan. “Komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan, menurutnya, menjadi kunci agar setiap tahapan dapat berjalan lancar dan menghasilkan luaran yang berkualitas,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UIN Raden Mas Said Surakarta, Zainul Abbas menyampaikan seluruh persiapan terus dimatangkan. Pelatihan direncanakan pada tanggal 11 sampai 13 Agustus 2026 secara fullday dengan peserta  40 orang mahasiswa internal di UIN Raden Mas Said Surakarta.

Rapat yang juga dihadiri oleh Ketua Rumah Moderasi Beragama (RMB) UIN Raden Mas Said Surakarta Bakhrul Amal dan Sekretaris RMB Kholis Firmansyah,  Zainul Abbas menegaskan komitmen universitas untuk mendukung penuh pelaksanaan pelatihan, baik dari aspek penyediaan sarana dan prasarana, sumber daya manusia, maupun dukungan teknis lainnya agar kegiatan dapat berlangsung secara optimal.

Menurutnya, Rumah Moderasi Beragama UIN Raden Mas Said Surakarta beserta sumber daya yang dimiliki siap berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan pelatihan. “Kesiapan tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus memperluas dampak penguatan moderasi beragama di lingkungan perguruan tinggi maupun Masyarakat,” harapnya.

Tujuan kerja sama Pusbangkom MKMB dan UIN Raden Mas Said Surakarta,  penyelenggaraan Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama 30 jam pelajaran (JP) tidak hanya menghasilkan peserta yang memiliki pemahaman komprehensif mengenai moderasi beragama, tetapi juga mampu melahirkan agen-agen perubahan yang berperan aktif dalam menginternalisasikan nilai-nilai moderasi di lingkungan kerja, dunia pendidikan, dan kehidupan bermasyarakat.

“Kolaborasi kedua institusi diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan kompetensi yang berkelanjutan serta memperkuat ekosistem moderasi beragama di Indonesia,” pungkasnya./RS

 

Tags:

Penulis
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
Pranata Humas Ahli Muda

Related Posts: