Pusbangkom MKMB Perkuat Moderasi Beragama melalui Review Kurikulum dan Modul Pelatihan Lintas K/L hingga ASEAN

Bagikan artikel ini:
Pusbangkom MKMB Perkuat Moderasi Beragama melalui Review Kurikulum dan Modul Pelatihan Lintas K/L hingga ASEAN
Berita

Review Modul, Kurikulum dan Silabus, serta Bahan Tayang Pelatihan Moderasi Beragama Lintas Kementerian/Lembaga dan Tingkat ASEAN, Jumat (13/3/2026)

Jakarta (Pusbangkom MKMB)---Dalam mendukung program Moderasi Beragama baik di lingkup nasional secara keseluruhan maupun di tingkat ASEAN. Pelatihan Moderasi Beragama tentu akan memiliki kualitas yang baik apabila modul, kurikulum silabus serta bahan tayang yang dimiliki berkualitas serta tepat sasaran. Untuk itu, Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) menyelenggarakan Review Modul, Kurikulum dan Silabus, serta Bahan Tayang Pelatihan Moderasi Beragama Lintas Kementerian/Lembaga dan Tingkat ASEAN di hotel Kristal Jakarta Selatan.

Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani, menegaskan bahwa proses peninjauan kembali perangkat pembelajaran tersebut penting untuk memastikan kualitas pelatihan moderasi beragama yang diselenggarakan Kementerian Agama benar-benar memberikan dampak nyata.

“Ukuran keberhasilannya bukan sekadar mencerahkan pikiran atau memperindah pemahaman tentang moderasi beragama, tetapi harus teraktualisasi dalam sikap dan perilaku peserta setelah mengikuti pelatihan,” ujar Kaban Dhani di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, proses rekonstruksi kurikulum dan bahan ajar harus sejalan dengan semangat “Berdampak” yang menjadi tagline Kemenag RI, sehingga pelatihan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mampu mendorong perubahan sikap dan praktik kehidupan beragama yang moderat.

Kaban Dhani juga mendorong agar materi pelatihan mulai mengangkat isu-isu moderasi beragama di tingkat internasional. Hal ini dinilai penting untuk memperluas perspektif peserta pelatihan agar tidak hanya memahami persoalan yang terjadi di Indonesia, tetapi juga dinamika moderasi beragama secara global.

“Jika kita hanya menyajikan kasus-kasus di Indonesia, maka cara berpikir kita akan terbatas pada konteks nasional saja. Padahal moderasi beragama adalah isu bersama dalam konteks internasional,” jelasnya.

Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Kementerian Agama, Musyarrafah Amin, melaporkan bahwa kegiatan review ini merupakan agenda mandatori Pusbangkom MKMB dalam mendukung penguatan moderasi beragama.

Beliau juga memaparkan tujuan kegiatan  adalah melakukan analisis efektivitas tujuan pembelajaran, langkah-langkah atau detail aktivitas pembelajaran, rencana asesmen, dan media pembelajaran dalam modul yang sudah disusun sebelumnya; menyempurnakan isi kurikulum dan silabus pelatihan Penguatan Moderasi Beragama dalam rangka peningkatan kualitas pelatihan melalui penyesuaian materi, metode, dan tujuan pembelajaran agar relevan dengan kondisi saat ini; penyempurnaan bahan tayang untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta terutama dalam situasi interaksi tatap muka, dan mendorong secara masif pelaksanaan pelatihan penguatan moderasi beragama di seluruh K/L dan di tingkat ASEAN.

Kapus berharap hasil review dapat memperkuat implementasi pelatihan moderasi beragama sehingga pelaksanaannya semakin luas dan masif di berbagai instansi.

“Harapannya melalui kegiatan ini pelatihan Penguatan Moderasi Beragama semakin gencar dilaksanakan, baik di lingkungan Kementerian/Lembaga maupun Pemerintah Daerah,” ujarnya.

Peserta sekaligus reviewer kegiatan Review Modul, Kurikulum dan Silabus dan Bahan Tayang Pelatihan Moderasi Beragama Lintas K/L dan Tingkat ASEAN berjumlah 25  orang terdiri atas satu orang praktisi Moderasi Beragama, 10 orang Instruktur Nasional Penguatan Moderasi Beragama dan 14 pegawai Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan dan Moderasi Beragama. Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 13 s.d 14 Maret 2026.

Hadir, Sekretaris Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Wawan Djunaedi,  Kepala Pusat Strategi Kebijakan Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Ahmad Zainul Hamdi, Direktur Jaringan GUSDURian Indonesia, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid dan Kabag TU Pusbangkom MKMB Nilam Nur Azizah./RS

Tags:

Penulis
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
Pranata Humas Ahli Muda

Related Posts: