Kaban Dorong Sinergi PTKN Implementasikan Penguatan Ekoteologi
Bogor (Pusbangkom MKMB)---Kementerian Agama terus memperkuat implementasi program prioritas penguatan ekoteologi melalui penyelenggaraan Lokakarya Penguatan Ekoteologi yang digelar Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) bekerja sama dengan Kelompok Kerja Penguatan Ekoteologi dengan Forum Kepala Biro dan Kepala Bagian PTKN.
Kepala BMBPSDM Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang menginisiasi kegiatan ini. Menurutnya, penguatan ekoteologi merupakan bagian penting dari implementasi program prioritas Menteri Agama.
“Lokakarya menjadi ruang penguatan pemahaman, konsolidasi kebijakan, serta penyusunan rencana aksi implementatif penguatan ekoteologi di lingkungan Kementerian Agama,” ujar Kaban Dhani di Hotel Grand Savero Bogor, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, penguatan ekoteologi menjadi bagian dari upaya bersama untuk menyemai nilai-nilai kebaikan dan kepedulian terhadap lingkungan berbasis ajaran agama.
“Penguatan ekoteologi telah menjadi program prioritas Kementerian Agama sebagaimana tertuang dalam KMA Nomor 244 Tahun 2025. Dalam regulasi tersebut, BMBPSDM ditetapkan sebagai koordinator pelaksanaan program prioritas ekoteologi,” jelasnya.
Kaban menambahkan, saat ini tengah disiapkan dua rancangan regulasi sebagai penguatan implementasi program tersebut, yakni Rancangan KMA tentang Pedoman Penyelenggaraan Penguatan Ekoteologi bagi ASN Kementerian Agama dan Rancangan KMA tentang Kelompok Kerja Penguatan Ekoteologi.
“Lokakarya ini menjadi bagian awal penguatan koordinasi melalui pembentukan Pokja Penguatan Ekoteologi sehingga implementasinya dapat berjalan lebih terarah dan terukur,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa penguatan ekoteologi akan dilakukan melalui berbagai bentuk kegiatan, seperti pelatihan fasilitator nasional, training of trainer, orientasi, sosialisasi, dan lokakarya.
“Hari ini kita perlu membangun ritme untuk mengamplifikasi nilai-nilai kebaikan. Setiap praktik baik perlu disampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk edukasi dan inspirasi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kaban Dhani juga mengajak seluruh peserta untuk mengamplifikasi berbagai praktik baik penguatan ekoteologi melalui media resmi dan media sosial.
“Media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk menyebarluaskan pesan-pesan positif dan memperkuat kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan,” ungkapnya.
Terakhir, menutup sambutannya, Kaban mengharapkan melalui lokakarya ini peserta mampu memperkuat sinergi antarsatuan kerja dalam mengimplementasikan program prioritas penguatan ekoteologi sekaligus membangun budaya kepedulian lingkungan yang berlandaskan nilai spiritual dan religiusitas di lingkungan Kementerian Agama.
Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 19 s.d 21 Mei 2026, diikuti 60 orang yang berasal dari Forum Kepala Biro dan Kepala Bagian Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Kementerian Agama.
Hadir pada pembukaan Menteri Agama Nasarudin Umar, Sekretaris BMBPSDM Wawan Djunaidi, Kepala Pusbangkom MKMB Musyarrafah Amin, Kepala Pusbangkom SDMPK Mastuki, Ketua Forum Kepala Biro dan Kabag PTKN Sri Ilham Lubis, para eselon dua di lingkungan BMBPSDM dan Kabag TU Pusbangkom MKMB Nilam Nur Azizah. /RS
