Jakarta (Pusbangkom MKMB)--- Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Kementerian Agama menyelenggarakan webinar bertajuk “Implementasi Ekoteologi Melalui Budidaya Tanaman Hidroponik” secara daring pada Jumat (6/2/2026). Acara ini diikuti oleh pegawai internal Pusbangkom MKMB.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusbangkom MKMB, Musyarrafah Amin. Dalam arahannya, Musyarrafah menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan pemateri. “Saya mengapresiasi teman-teman yang telah hadir dalam kegiatan webinar dan narasumber yang telah menyempatkan waktunya,” ujar Kapus Musyarrafah.
Kapus Musyarrafah menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai ekoteologi, yang memaknai hubungan manusia sebagai khalifah dengan alam semesta. “Ketika Kita berbicara ekoteologi, Kita diajak merefleksikan kembali hubungan antara Sang Pencipta, kita sebagai khalifah, dan alam semesta, yang menekankan tanggung jawab moral dan spiritual dalam menjaga lingkungan hidup,” ungkapnya. Pernyataan tersebut selaras dengan pandangan Kemenag bahwa krisis ekologi melibatkan persoalan moral dan spiritual, bukan hanya persoalan lingkungan.
Ia juga menyoroti budidaya tanaman hidroponik sebagai salah satu wujud konkret penerapan nilai ekoteologi. Metode ini dinilai ramah lingkungan dan efisien, sehingga dapat dilakukan meski lahan terbatas. “Budidaya tanaman hidroponik adalah salah satu model untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan bersih, sehingga lingkungan sekitar menjadi indah,” tambah Kapus Musyarrafah.
Kapus Musyarrafah berharap Pusbangkom MKMB menjadi percontohan dalam implementasi ekoteologi melalui hidroponik. “Semoga Pusbangkom MKMB bisa menjadi miniatur budidaya tanaman hidroponik yang dapat ditiru satuan kerja lain,” imbuhnya.
Kapus mengajak agar penerapan nilai-nilai ekoteologi tidak berhenti di tataran teori, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata demi manfaat yang lebih luas. “Hal ini sejalan dengan penegasan Kemenag bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi,” pungkasnya menutup arahannya.
Narasumber Guru Ilmu pengetahuan Alam (IPA) pada MTsN 19 Lies Saodah hadir sebagai pembicara utama yang memaparkan teknik budidaya tanaman hidroponik.
Hadir pada kesempatan ini Kabag TU Nilam Nur Azizah dan duta ekoteologi Moh Tahmid dan Sri Mulyati. /RS
