ToT Penguatan Moderasi Beragama Memperkuat Komitmen Kebangsaan di Tengah Keberagaman

Bagikan artikel ini:
ToT Penguatan Moderasi Beragama Memperkuat Komitmen Kebangsaan di Tengah Keberagaman
Berita

Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto dan Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Penguatan Moderasi Beragama di Hotel Aston Purwokerto.

Purwokerto (Pusbangkom MKMB)---Guna memperkuat komitmen kebangsaan serta merawat persatuan, kerukunan, dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto dan Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Penguatan Moderasi Beragama di Hotel Aston Purwokerto.

Pelatihan intensif ini berlangsung mulai 26 Oktober s.d. 1 November 2026 dengan total alokasi waktu sebanyak 72 jam pelajaran (JP). Para peserta yang berjumlah 60 orang dibagi menjadi dua kelas berasal dari beragam latar belakang profesi, baik dosen, guru, maupun pegawai pada unit kerja perguruan tinggi negeri maupun swasta di bawah naungan Kementerian Agama.

Untuk menjamin kualitas dan bobot materi pelatihan, para tenaga pengajar yang dihadirkan ditetapkan secara khusus oleh Kelompok Kerja (Pokja) Moderasi Beragama BMBPSDM Kementerian Agama RI berdasarkan kualifikasi dan keahlian di bidangnya masing-masing.

Rektor UIN Saizu Purwokerto, Ridwan, dalam sambutannya menekankan pentingnya nilai strategis moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Isu moderasi beragama sangat strategis dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Keterlibatan Bapak dan Ibu dalam pelatihan ini menjadi sangat penting untuk menjadi agen moderasi beragama di lingkungan kerja masing-masing,” tegas Ridwan di Purwokerto, Senin (26/10/2026).

Sementara itu, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Saizu, Supriyanto, menjelaskan bahwa kurikulum ToT ini dirancang secara komprehensif. Selain memberikan pemahaman konseptual yang mendalam selama 72 JP, para peserta juga dibekali kemampuan praktis melalui penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL).

“Penekanan pada penyusunan RTL ini bertujuan agar sekembalinya dari pelatihan, para peserta mampu mempraktikkan serta mendiseminasikan nilai-nilai toleransi, keseimbangan (tawazun), dan keadilan secara nyata di unit kerja masing-masing,” jelasnya.

Kepala Puspenma , Ruchman Basori menegaskan bahwa aparatur Kementerian Agama perlu memiliki keseimbangan antara kecintaan terhadap agama dan komitmen kebangsaan. “Pemahaman keagamaan yang baik, berjalan seiring dengan sikap nasionalisme dan penghormatan terhadap keberagaman,” tegas Ruchman.

“SDM Kementerian Agama harus menjadi insan yang mencintai agama sekaligus mencintai negara. Keduanya harus berjalan beriringan dalam satu tarikan napas,” tambahnya.

Ruchman mendorong peserta pelatihan agar tidak berhenti pada pemaaman konsep moderasi beragama, tetapi juga mampu menyampaikan dan menerapkan nilai-nilai tersebut di lingkungan kerja maupun masyarakat.

“Peserta pelatihan tidak cukup hanya memahami konsep moderasi beragama, tetapi juga harus mampu melatih dan menularkan nilai-nilai tersebut di lingkungan kerja, masyarakat, dan menjadi fasilitator yang dapat memperkuat kehidupan beragama yang damai, inklusif, dan selaras dengan semangat persatuan bangsa,” pungkasnya.

 

Tags:

Penulis
DEDEN WAHYUDIN, S.Fil.I.,M.Pd
DEDEN WAHYUDIN, S.Fil.I.,M.Pd
Asesor SDM Aparatur Ahli Muda

Related Posts: