Lulus ToT Moderasi Beragama, 60 Peserta Ditantang Jadi Agen Perubahan, Keteladanan, dan Kontribusi Nyata

Bagikan artikel ini:
Lulus ToT Moderasi Beragama, 60 Peserta Ditantang Jadi Agen Perubahan, Keteladanan, dan Kontribusi Nyata
Berita

Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani saat menutup Training of Trainers (ToT) Penguatan Moderasi Beragama secara daring, Sabtu malam (31/10/2026).

Purwokerto (Pusbangkom MKMB)—Keberhasilan pelatihan moderasi beragama tidak berhenti pada kelulusan peserta atau sertifikat yang diperoleh. Ukuran sesungguhnya terletak pada perubahan sikap, keteladanan, dan kontribusi nyata setelah pelatihan usai.

Dengan demikian, penguatan kerukunan tidak hanya tumbuh di ruang pelatihan, tetapi juga hadir dalam pelayanan publik, kehidupan sosial, dan keseharian masyarakat.

Pesan itu disampaikan Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani saat menutup Training of Trainers (ToT) Penguatan Moderasi Beragama secara daring, Sabtu malam (31/10/2026).

Menurut Kaban Dhani, sapaan akrabnya, 60 peserta yang telah mengikuti pelatihan harus mampu mengambil peran lebih luas, bukan sekadar menjadi penerima manfaat. “Diharapkan menjadi agent of change yang menginternalisasikan sekaligus menyebarluaskan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan kerja, keluarga, dan Masyarakat,” ujarnya.

Kaban Dhani menekankan, nilai komitmen kebangsaan, toleransi, antikekerasan, serta penghormatan terhadap tradisi lokal perlu tercermin dalam perilaku sehari-hari. Implementasinya dapat dimulai dari cara berkomunikasi, menyikapi perbedaan pendapat, menyelesaikan persoalan, hingga memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Moderasi beragama tidak boleh berhenti pada tataran wacana. Kita membutuhkan langkah nyata, kerja bersama, dan komitmen yang konsisten," pesannya.

Kaban Dhani juga mendorong peserta mengimbaskan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan kepada rekan kerja, komunitas, serta masyarakat. “Penguatan moderasi beragama, perlu terintegrasi dalam tugas dan fungsi kelembagaan agar tumbuh menjadi budaya organisasi, bukan sekadar program tambahan,” tegasnya.

Lebih jauh, ia mengajak para lulusan menginisiasi aksi nyata yang menjawab tantangan kehidupan beragama. “Penguatan dialog lintas agama dan budaya, pendidikan toleransi, literasi digital yang bertanggung jawab, pencegahan kekerasan atas nama agama, serta kegiatan pengabdian berbasis nilai kemanusiaan menjadi sejumlah langkah yang dapat dikembangkan,” paparnya.

Kaban menambahkan, bahwa upaya tersebut juga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, pemerintah, sektor swasta, hingga organisasi keagamaan. “Jejaring yang terbangun diharapkan tidak berhenti setelah pelatihan, tetapi terus dirawat untuk memperluas dampak penguatan moderasi beragama,” harapnya.

 

Terakhir, sebelum menutup kegiatan, Kaban berpesan kepada peserta. "Moderasi beragama bukan sekadar pengetahuan yang kita miliki, tetapi nilai yang kita hidupi; bukan sekadar pesan yang ingin kita sampaikan, tetapi keteladanan yang kita tunjukkan; bukan sekadar program yang kita laksanakan, tetapi gerakan bersama yang memberikan manfaat bagi bangsa," pungkasnya.

ToT Penguatan Moderasi Beragama merupakan kolaborasi BMBPSDM, Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto (UIN Saizu), dan Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama. Kegiatan berlangsung di Hotel Aston Purwokerto dengan alokasi 72 jam pelajaran (JP).

Sebanyak 60 peserta yang terbagi dalam dua kelas mengikuti pelatihan ini. Mereka berasal dari beragam latar belakang profesi, antara lain dosen, guru, serta pegawai pada satuan kerja perguruan tinggi negeri dan swasta di bawah naungan Kementerian Agama.

Untuk menjaga kualitas pembelajaran, tenaga pengajar ditetapkan secara khusus oleh Kelompok Kerja (Pokja) Moderasi Beragama BMBPSDM Kementerian Agama berdasarkan kualifikasi dan keahlian masing-masing.

Melalui pelatihan ini, Kementerian Agama berharap lahir lebih banyak penggerak yang mampu menerjemahkan nilai moderasi beragama menjadi praktik nyata.

 

Tags:

Penulis
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
Pranata Humas Ahli Muda

Related Posts: