Pelatihan Tak Berhenti Saat Acara Ditutup, Moderasi Beragama Harus Terus Dipraktikkan

Bagikan artikel ini:
Pelatihan Tak Berhenti Saat Acara Ditutup, Moderasi Beragama Harus Terus Dipraktikkan
Berita

Kepala Pusbangkom MKMB Musyarrafah Amin saat menyampaikan materi Sistem Pelatihan Kementerian Agama dalam Training of Trainers (ToT) Penguatan Moderasi Beragama kerja sama BMBPSDM, Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu), dan Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) di Hotel Aston Purwokerto, Jumat (30/10/2026).

Purwokerto (Pubangkom MKMB)--- Pelatihan tidak boleh berhenti ketika acara ditutup. Pesan itu ditegaskan Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama Musyarrafah Amin saat menyampaikan materi Sistem Pelatihan Kementerian Agama dalam Training of Trainers (ToT) Penguatan Moderasi Beragama kerja sama BMBPSDM, Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu), dan Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) di Hotel Aston Purwokerto, Jumat (30/10/2026).

Pelatihan berlangsung mulai 26 Oktober s.d. 1 November 2026 60 orang peserta yang dibagi menjadi dua kelas berasal dari beragam latar belakang profesi, baik dosen, guru, maupun pegawai pada unit kerja perguruan tinggi negeri maupun swasta di bawah naungan Kementerian Agama.

Musyarrafah mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas para pelatih dalam mengembangkan dan menyebarluaskan nilai-nilai moderasi beragama.

“Oleh karena itu, ukuran keberhasilan pelatihan bukan pada bertambahnya pengetahuan dan keterampilan semata, melainkan pada perubahan sikap dan perilaku yang berdampak nyata bagi organisasi dan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Musyarrafah, pengembangan kompetensi merupakan kunci peningkatan kinerja organisasi sekaligus investasi untuk mewujudkan sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan inovatif. “Sistem pengembangan kompetensi di Kementerian Agama dilaksanakan melalui beragam jalur pembelajaran, klasikal maupun nonklasikal, secara luring, daring, maupun hybrid, agar lebih fleksibel, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan pekerjaan serta tantangan organisasi,” jelasnya.

Agar pembelajaran terus berlanjut, Musyarrafah mengarahkan empat langkah konkret. “Empat langkah konkret tersebut adalah menerapkan hasil pelatihan dalam pelaksanaan tugas, berbagi pengetahuan kepada rekan kerja, melakukan pendampingan, dan memperkuat komunitas belajar,” paparnya.

Ia berpesan agar para peserta ToT menjadi penggerak yang memastikan nilai-nilai moderasi beragama terus dipraktikkan dan dikembangkan secara berkelanjutan di unit kerja masing-masing. “Jadilah penggerak yang memastikan nilai-nilai moderasi beragama terus dipraktikkan dan dikembangkan secara berkelanjutan di unit kerja masing-masing,” pungkasnya. /Basma Graha Nashorinal

 

Tags:

Penulis
Basma Graha Nashorinal
Pranata Komputer Ahli Pertama
Editor
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
Pranata Humas Ahli Muda

Related Posts: