Lembang (6 September 2021)— Pelatihan teknis Manajemen Pengelolaan Ibadah Haji dan Pelatihan Teknis Manajemen Madrasah sangat penting karena memang perubahan zaman pengaruh teknologi yang begitu cepat ini akan mempengaruhi tata Kelola manajemen madrasah dan penyelenggaraan ibadah haji sehingga kita berpacu dengan kondisi yang memang menantang kita untuk selalu melihat tantangan yang muncul di depan.
Pernyataan diatas disampaikan Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi A. Buchori saat memberikan pengarahan sekaligus membuka Pelatihan secara resmi di Lembang Jawa Barat pada hari Senin (6/9).
“Kegiatan manajemen ini tentunya memang sesuai dengan tantangan zaman,” kata Buchori.
‘’Jika kita mengukur manajemen penyelenggaraan haji dan madrasah berdasarkan dari cerita masa lalu maka kita akan tertinggal karena manajemen itu selalu berubah sesuai dengan kebutuhan zamannya hanya ibadahnya yang tidak pernah berubah,”imbuhnya.
Menurut Buchori para pengelola harus dapat membedakan antara ibadah dengan manajemen pengelolaan. Oleh karena itu Kemenag pusat khususnya Pusdiklat merasa memiliki kewajiban bagaimana ke depan tantangan-tantangan ini bisa terjawab apalagi di madrasah yang sekarang sistem pembelajarannya secara daring.
‘’Seorang manajer yang mumpuni adalah manajer yang bisa menata tantangan-tantangan ini menjadi satu keunggulan dengan pelatihan yang diharapkan bisa menjadi solusinya,’’tandas kapus Buchori.
‘’Begitu juga dengan ibadah haji, mudah-mudah tahun ini haji bisa diselenggarakan,’’sambungnya.
Buchori juga berharap tahun depan calon jamaah haji bisa berangkat jika tidak bisa sesuai dengan kuota awal , minimal sudah ada yang dimulai.
‘’Oleh karena itu manajemennya harus dikuasai oleh travel yang didalamnya juga ada pengurus KBIH,’’tambahnya.
“Misalnya salah satu persyaratan mutlak untuk berangkat adalah sudah divaksin dan jenis vaksin apa yang diakui, mudah-mudahan Saudi Arabia tidak menargetkan satu jenis vaksin, yang penting sudah divaksin, kalau ini berlaku maka akan terjadi kemudahan-kemudahan,’’jelas kapus Buchori lagi.
Beliau juga mengingatkan bahwa hal-hal semacam ini harus dikuasai oleh para pengelola, jangan sampai ketika kita sudah menjanjikan kepada jamaah ternyata ada persyaratan tertentu yang tidak diketahui akhirnya jamaah tidak bisa berangkat mengakibatkan kekecewaan terhadap pelayanan kita.
Dalam kesempatan yang sama Kabid Penyelenggara Achmad Nidjam melaporkan peserta berjumlah 60 orang terdiri dari 30 orang Kepala Madrasah dan wakil Kepala Madrasah serta 30 orang pengelola ibadah haji.
Kegiatan ini akan berlangsung dati tanggal 6-10 September 2021 di hotel Regency Gumilang Lembang Bandung Jawa Barat.
Hadir dalam kesempatan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cimahi dan Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung./RS
