Surabaya (Pusbangkom MKMB)---Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan dan Moderasi Beragama Indonesia (Pusbangkom MKMB) Syafi’i mengatakan bahwa Indonesia bukan negara agama, tetapi Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Founding Fafhers Indonesia telah merumuskan dasar negara Indonesia yaitu Pancasila dengan mencantumkan nilai-nilai ketuhanan sebagai wujud bangsa yang lekat dengan nilai-nilai keagamaan,” ujar Kapus Syafi’i saat buka Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama di Surabaya, Selasa (20/5/2025).
Menurut Kapus Syafi'i, Moderasi Beragama hadir sebagai penguat nilai-nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Indonesia adalah negara yang bermasyarakat religius dan majemuk. Meskipun bukan negara agama, masyarakat lekat dengan kehidupan beragama dan kemerdekaan beragama dijamin oleh konstitusi,” ungkap Kapus.
Beliau juga menyatakan, menjaga keseimbangan antara hak beragama dan komitmen kebangsaan menjadi tantangan bagi setiap warga negara.
“Ada tiga tantangan di lapangan yang harus dihadapi, yakni pertama dengan berkembangnya cara pandang, sikap dan praktik beragama yang berlebihan (ekstrem), yang mengesampingkan martabat kemanusiaan.
Kedua, lanjutnya, dengan berkembangnya klaim kebenaran subyektif dan pemaksaan kehendak atas tafsir agama serta pengaruh kepentingan ekonomi dan politik berpotensi memicu konflik.
“Ketiga, berkembangnya semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan berbangsa dalam bingkai NKRI,” paparnya.
Syafi’i menyebutkan dalam upaya menjawab dan menghadapi tantangan tersebut, maka Moderasi Beragama hadir sebagai perekat antara semangat beragama dan komitmen berbangsa.
“Hakikatnya, beragama adalah ber-Indonesia dan ber-Indonesia itu pada hakikatnya adalah beragama. Moderasi Beragama menjadi sarana mewujudkan kemaslahatan kehidupan beragama dan berbangsa yang harmonis, damai dan toleran sehingga Indonesia maju,” tegas Kapus Syafi’i.
Kapus juga menekankan Penguatan Moderasi Beragama pada dasarnya adalah menghadirkan negara sebagai rumah bersama yang adil dan ramah bagi bangsa Indonesia untuk menjalani kehidupan beragama yang rukun, damai, dan makmur.
“Moderasi Beragama solusi untuk merawat keIndonesiaan yang toleran, harmonis dan damai,” pungkasnya.
Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama kerja sama Pusbangkom MKMB dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pemerintah Provinsi Jawa Timur berlangsung dari tanggal 20 s.d 22 Mei 2025 di Balai Diklat Keagamaan Surabaya.
Peserta berjumlah 33 orang terdiri dari 10 Orang dari Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Timur, 4 orang dari BPSDM Prov. Jawa Timur, 4 orang dari Badan Kespangkol Sidoarjo, 4 orang dari Badan Kesbangpol Kota Surabaya, 4 orang dari BKD Kab. Sidoarjo, 4 orang dari BKPSDM Kora Surabaya dan 3 orang dari BDK Surabaya
Hadir pada kesempatan ini Kepala BDK Surabaya Jafar, Pengawas Penyelenggaraan Pelatihan Moderasi Beragama sekaligus ketua panitia Suja’i, Kasubag TU BDK Surabaya Muslimin, Instruktur dan Fasilitator Pokja Moderasi Beragama dan Observer Kurikulum Moderasi Beragama Nasrulloh. /Mukhlis
