Jakarta (Pusbangkom MKMB)—Akreditasi program Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Kementerian Agama menjadi momentum untuk memastikan penyelenggaraan pelatihan tidak berhenti pada pemenuhan standar, tetapi berujung pada peningkatan kompetensi dan dampak nyata bagi organisasi apalagi dengan Nilai Akreditasi PKA meningkat dari 91, 014 (A) menjadi 92,029. Peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan pada unsur-unsur penilaian serta komitmen Pusbangkom MKMB dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan pelatihan secara berkelanjutan.
Penyampaian status akreditasi berlangsung secara daring dan luring di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jakarta.
Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN LAN Army Winarty mengatakan, lembaga pelatihan perlu menempatkan dampak pengembangan kompetensi sebagai tujuan utama. Karena itu, kualitas program menjadi prasyarat agar pelatihan yang diselenggarakan benar-benar memberi hasil yang terukur. “Yang dikejar adalah bagaimana dampak dari pengembangan kompetensi,” ujar Army di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Menurut dia, penjaminan mutu tidak hanya menjadi tugas LAN sebagai lembaga pembina. “Setiap lembaga pelatihan memiliki kepentingan yang sama untuk memastikan program yang diselenggarakan berkualitas dan memberikan dampak terukur,” kata Army.
Army menegaskan, akreditasi juga tidak semestinya dimaknai sebagai proses administratif untuk memenuhi dokumen. Hasil penilaian harus menjadi pijakan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Proses tersebut mencakup keseluruhan penyelenggaraan, mulai dari perencanaan, implementasi, evaluasi, hingga tindak lanjut. “Akreditasi atau penjaminan mutu yang kami lakukan ini bagian dari pembinaan,” imbuhnya.
Ia juga mendorong lembaga pelatihan di lingkungan Kementerian Agama memperkuat standardisasi penyelenggaraan. “Koordinasi diperlukan agar satuan pelatihan, baik pusat maupun daerah, memiliki kualitas penyelenggaraan yang selaras dalam melaksanakan program seperti Latsar, PKA, maupun PKP,” tegasnya.
Army mengingatkan bahwa budaya mutu harus dibangun setiap saat, bukan menjelang akreditasi. Catatan hasil penilaian perlu segera ditindaklanjuti dan didokumentasikan sebagai bagian dari proses peningkatan kualitas.
“Jangan manajemen mutu itu berjalan menjelang pelaksanaan akreditasi. Hasil ini adalah bagian dari upaya meningkatkan kualitas mutu,” pesannya.
Beliau juga mengungatkan agar optimalisasi forum antarlembaga pelatihan untuk berbagi pengetahuan, sumber daya, dan praktik baik. Kolaborasi tersebut dinilai penting di tengah keterbatasan anggaran dan perubahan kebijakan yang menuntut lembaga pelatihan semakin adaptif.
Bagi Pusbangkom MKMB, proses reakreditasi PKA menjadi ruang evaluasi sekaligus pembelajaran. Kepala Pusbangkom MKMB Musyarrafah Amin dalam testimoninya menyampaikan bahwa proses tersebut memberikan sejumlah masukan penting untuk pengembangan lembaga dan penyelenggaraan pelatihan yang lebih berdampak.
“Akreditasi ini adalah cermin dan juga menjadi bagian dari evaluasi diri Kami,” ujar Musyarrafah.
Ia mengatakan, rekomendasi dan pendampingan dari LAN menjadi modal bagi Pusbangkom MKMB untuk memperkuat penyelenggaraan PKA. “Masukan tersebut akan ditindaklanjuti melalui perbaikan berkelanjutan, termasuk dalam menjaga standar mutu, meningkatkan kualitas sarana, serta memperkuat kapasitas pengajar,” katanya.
Musyarrafah juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan LAN sebagai lembaga pembina. “Sinergi tersebut diharapkan memperkuat ekosistem pengembangan kompetensi ASN Kementerian Agama sehingga mampu melahirkan sumber daya aparatur yang unggul dan berdaya saing,” tandasnya.
Bagi Pusbangkom MKMB, hasil akreditasi menjadi pijakan untuk terus membenahi penyelenggaraan PKA. Komitmen menjaga standar mutu dan memperkuat kerja sama dengan LAN diharapkan memastikan pengembangan kompetensi ASN Kementerian Agama tidak sekadar menghasilkan peserta yang lulus pelatihan, tetapi menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan organisasi.
“Rekomendasi yang disampaikan menjadi catatan-catatan bagi kami untuk terus melakukan perbaikan yang senantiasa lebih berkesinambungan,” pungkas Musyarrafah./RS
