Banten (Pusbangkom MKMB)—20 pejabat administrator dari berbagai satuan kerja Kementerian Agama mengikuti studi lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) angkatan XIX yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten (SMHB) pada tanggal 24-28 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran untuk menggali praktik baik pengelolaan organisasi, kepemimpinan kinerja, serta penguatan ekoteologi yang dapat diterapkan di unit kerja masing-masing.
Studi lapangan tersebut merupakan bagian dari agenda aktualisasi kepemimpinan kinerja organisasi. Peserta tidak hanya diajak melihat perkembangan UIN SMHB, tetapi juga mengidentifikasi inovasi, tantangan, dan pendekatan pengelolaan organisasi yang dapat menjadi bahan penyusunan aksi perubahan.
“Kami ingin peserta mendapatkan lesson learned bagaimana penerapan kepemimpinan kinerja organisasi di lingkungan UIN Banten. Harapannya, pengalaman yang diperoleh menjadi bekal dalam menyusun aksi perubahan yang benar-benar memberi dampak di unit kerja masing-masing,” ujar Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Musyarrafah Amin di Banten, Senin (24/8/2026).
Menurut Musyarrafah, UIN SMHB dipilih sebagai lokus karena dinilai memiliki sejumlah perkembangan yang relevan untuk dipelajari, terutama dalam pengelolaan lingkungan dan penguatan ekoteologi di perguruan tinggi. Tema tersebut sejalan dengan arah kebijakan strategis Kementerian Agama.
Studi lapangan juga dirancang agar peserta mampu melihat keterkaitan antara kepemimpinan dan kebutuhan nyata organisasi. “Dari praktik yang ditemukan di lokus, peserta nantinya dapat memilah pendekatan yang relevan, mengadaptasinya sesuai konteks satuan kerja, lalu menerjemahkannya ke dalam proyek perubahan,” tegas Musyarrafah.
Sementara itu, Rektor UIN SMHB Muhammad Ishom mengatakan civitas akademika UIN SMHB menyambut baik penetapan kampus sebagai lokus studi lapangan PKA angkatan XIX. “Ekoteologi di kampus tidak berhenti pada gagasan, tetapi diterjemahkan dalam pengelolaan ruang, sumber daya air, penghijauan, dan pemanfaatan lingkungan kampus,” ujarnya.
Ishom memaparkan kampus II UIN SMHB berdiri di lahan sekitar 46 hektare dengan kontur perbukitan. Di antara bangunan kampus terdapat sungai yang salah satunya dimanfaatkan sebagai embung untuk menampung air. Langkah ini menjadi penting karena sejumlah wilayah di Banten tengah menghadapi persoalan ketersediaan air.
“Sekitar 25 persen lahan digunakan untuk bangunan, sementara sisanya dipertahankan sebagai ruang terbuka. Kami sedang mengembangkan konsep green campus yang bebas karbon, sehingga warga kampus nyaman berjalan kaki maupun menggunakan sepeda,” terang Ishom.
Pengembangan tersebut, lanjutnya, juga diarahkan pada pemanfaatan lingkungan kampus sebagai ruang pembelajaran dan pemberdayaan. “UIN SMHB menanam berbagai komoditas, antara lain lebih dari 1.000 pohon kelapa kopyor dan lebih dari 100 pohon durian. Sebagian area juga digunakan untuk tanaman palawija dan pisang yang hasilnya dimanfaatkan untuk kebutuhan kampus,” jelasnya.
Ke depan, UIN SMHB menargetkan pengembangan kawasan kampus dengan konsep ecopark. “Gagasan tersebut diharapkan memperluas fungsi kampus, bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga ruang yang dapat dinikmati masyarakat melalui lingkungan hijau dan berbagai tanaman yang dikembangkan,” tandasnya.
Bagi peserta PKA, praktik tersebut memberikan gambaran bahwa pengelolaan organisasi dapat berjalan beriringan dengan kepedulian ekologis. Pengalaman UIN SMHB dapat menjadi referensi dalam merancang kebijakan dan inovasi yang tidak sekadar meningkatkan kinerja internal, tetapi juga menghasilkan manfaat bagi sivitas akademika dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, praktik baik yang ditemukan di UIN SMHB tidak berhenti sebagai pengetahuan selama pelatihan. Peserta didorong mengolahnya menjadi gagasan perubahan yang kontekstual, terukur, dan memungkinkan diterapkan pada organisasi masing-masing./RS
