40 Orang Peserta PKA XIX Dibekali Kompetensi Guna Menjawab Tantangan di Era VUCA

Bagikan artikel ini:
40 Orang Peserta PKA XIX Dibekali Kompetensi Guna Menjawab Tantangan di Era VUCA
Berita

Pembukaan PKA secara daring, Jumat (17/7/2026).

Ciputat (Pusbangkom MKMB)---Penguatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) terus menjadi salah satu strategi Kementerian Agama dalam mewujudkan birokrasi profesional, adaptif, dan berdampak. Melalui Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) angkatan XIX Tahun 2026, para pejabat administrator berjumlah 40 orang terdiri dari Unit Eselon I Kementerian Agama Pusat, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) ini dibekali kompetensi kepemimpinan untuk menjawab tantangan tata kelola pemerintahan yang semakin kompleks sekaligus menghadirkan pelayanan publik  berkualitas.

Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani menegaskan bahwa pengembangan kompetensi tidak sekadar meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi organisasi maupun masyarakat. Menurutnya, seorang ASN harus terus belajar agar mampu beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat.

“Dinamika birokrasi saat ini ditandai oleh perubahan regulasi, kompleksitas permasalahan, serta meningkatnya tuntutan kolaborasi lintas sektor,” ujar Kaban Dhani secara daring saat membuka pelatihan pada hari Jumat, (17/7/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut setiap pemimpin untuk memiliki semangat belajar tinggi, terus memperbarui kompetensi, serta mampu membangun jejaring kerja.

"Orang yang terus belajar akan menjadi pemilik masa depan," katanya seraya mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan sebagai ruang untuk mengembangkan kapasitas diri sekaligus memperkuat jejaring profesional antarpeserta.

Lebih lanjut, Dhani, sapaan akrabnya,  menjelaskan bahwa kompetensi kepemimpinan administrator harus diwujudkan melalui kemampuan manajerial  akuntabel, pelayanan publik berkualitas, komunikasi  efektif, serta keteladanan dalam menjalankan budaya kerja. “Karena itu, proses pembelajaran dalam PKA diarahkan tidak hanya pada penguasaan konsep, tetapi juga pada implementasi nyata di lingkungan kerja masing-masing,” jelas Dhani.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kepemimpinan yang mampu menghadapi tantangan dunia di era VUCA yang penuh (Volatilitas) perubahan, (Uncertainty) ketidakpastian, (Complexity) kompleksitas, dan (Ambiguity) ambiguitas. “Dalam situasi tersebut, kolaborasi, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar menjadi modal utama bagi seorang administrator dalam menggerakkan organisasi menuju kinerja  lebih baik,” papar Dhani.

Beliau mengungkapkan, keberhasilan pelatihan akan tercermin dari lahirnya aksi-aksi perubahan yang memberikan dampak nyata bagi organisasi dan masyarakat. “Sejalan dengan semangat "Kementerian Agama Berdampak", setiap peserta diharapkan mampu merancang inovasi, tidak berhenti pada tataran gagasan, tetapi benar-benar diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas layanan publik,” tegas Dhani.

PKA angkatan XIX  akan berlangsung pada tanggal 6 Juli s.d 6 November 2026 secara blended (satu kali klasikal) menjadi bagian dari komitmen BMBPSDM Kementerian Agama dalam memperkuat kompetensi pejabat administrator agar mampu menjalankan fungsi kepemimpinan secara profesional, adaptif, dan berintegritas. Melalui pembelajaran  komprehensif, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan birokrasi semakin akuntabel, responsif, serta memberikan manfaat kepada masyarakat./RS

 

 

Tags:

PKA
Penulis
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
Pranata Humas Ahli Muda

Related Posts: