Kapusdiklat : Tahun Ini Harus Lebih Baik Dari Tahun Sebelumnya

Bagikan artikel ini:
Kapusdiklat : Tahun Ini Harus Lebih Baik Dari Tahun Sebelumnya
Berita

Kapus buka Kapasitas Pegawai dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan kediklatan di Semarang, Rabu (26/1/2022).

Semarang (26 Januari 2022)---Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi A. Buchori menegaskan untuk tahun ini kegiatan – kegiatan agar ditingkatkan lebih baik lagi dari tahun sebelumnya.

 “Kegiatan tahun lalu adalah catatan dimana kita menemukan sejarah yang baik ditingkatkan kualitasnya kalau ada catatan yang kurang baik  diperbaiki agar menjadi baik,’’tegas Kapus saat membuka kegiatan Kapasitas Pegawai dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan kediklatan di Hotel Griya Persada Bandungan Semarang pada hari Rabu (26/1/2022).

‘’Tahun ini juga akan dimulai lagi fase pembelajran klasikal, saya berharap tim work yang ada  dengan posisi apapun  dapat berkoordinasi dengan baik, saling mengisi satu sama lain dan bekerjasama dengan baik,”sambungnya.

Peserta kegiatan yang mengusung tema “Kebersamaan Menuju Soliditas” ini berjumlah 82 orang yang berasal dari Pusdiklat Tenaga Administrasi, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Balai Diklat Keagamaan Semarang dan Universitas Negeri Semarang. Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 26 – 29 Januari 2022.

Sementara Guru Besar Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Achmad Gunaryo yang menyampaikan materi untuk memotivasi para pegawai Pusdiklat Tenaga Administrasi mengatakan profesionalisme seorang ASN diukur dari kontrak kerja dan kinerja. “Untuk itu dibutuhkan seorang SMART ASN,”imbuhnya.

Menurut Kaban periode 2020 – 2021 ini SMART ASN  merupakan pegawai dengan kompetensi, kinerja, serta profesionalisme yang tinggi sehingga mampu beradaptasi dan semakin responsif terhadap perubahan dan pencapaian tujuan organisasi.

“Seorang SMART ASN juga harus berwawasan global, menguasai IT/digital dan bahasa asing serta daya networking tinggi,”tambahnya.

Menurutnya lagi problem di Indonesia yang harus dibenahi saat ini adalah masih adanya mentalitas priyayi dalam diri para ASN,  kualitas pelayanan ASN yang masih buruk,  praktik korupsi dalam rekrutmen ASN, banyaknya mutasi dan promosi yang dilakukan tidak sesuai aturan main, korupsi yang dilakukan oleh ASN, masih sering ditemukan pungutan liar oleh ASN kepada masyarakat dan politisasi birokrasi.

Hadir juga dalam kesempatan ini Kabag TU Nilam Nur Azizah dan Kepala Balai Diklat Keagamaan Semarang Anshori. /RS

Tags:

Penulis
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
Pranata Humas Ahli Muda
Editor

Related Posts: