Tingkatkan Kualitas Akuntabilitas, Pusbangkom MKMB Bekali ASN Menyusun Laporan Kinerja Akuntabel, Transparan dan Berorientasi Hasil

Bagikan artikel ini:
Tingkatkan Kualitas Akuntabilitas, Pusbangkom MKMB Bekali ASN Menyusun Laporan Kinerja Akuntabel, Transparan dan Berorientasi Hasil
Berita

Pelatihan Teknis Penyusunan Laporan Kinerja yang diselenggarakan secara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) oleh Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) pada tanggal 13–24 Juli 2026.

Ciputat (Pusbangkom MKMB)—Upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berorientasi hasil terus dilakukan Kementerian Agama melalui peningkatan kompetensi aparatur. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Teknis Penyusunan Laporan Kinerja yang diselenggarakan secara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) oleh Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) pada tanggal 13–24 Juli 2026.

Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menyusun laporan kinerja yang tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga mampu menggambarkan capaian kinerja secara objektif, terukur, dan berdampak. Melalui skema PJJ, pelatihan dapat menjangkau lebih banyak ASN di berbagai satuan kerja Kementerian Agama secara efektif dan efisien.

Kepala Pusbangkom MKMB, Musyarrafah Amin menegaskan bahwa laporan kinerja bukan sekadar kewajiban administratif yang disusun pada akhir tahun anggaran, melainkan instrumen penting untuk menunjukkan akuntabilitas, transparansi, dan integritas penyelenggaraan pemerintahan.

Menurutnya, meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan yang baik menuntut setiap ASN tidak hanya fokus pada penyerapan anggaran atau penyelesaian program, tetapi juga mampu menunjukkan dampak nyata dari setiap kebijakan dan kegiatan yang dilaksanakan. “Karena itu, laporan kinerja harus mampu menjawab sejauh mana program pemerintah memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat,” ujar Musyarrafah secara daring, Senin (13/7/2026).

Musyarrafah menjelaskan, pelatihan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta dalam menyusun indikator kinerja yang tepat, meningkatkan akurasi data, serta menghasilkan laporan yang selaras dengan prioritas pembangunan Kementerian Agama. “Dengan demikian, laporan kinerja diharapkan tidak lagi disusun melalui pendekatan rutin atau sekadar mengulang dokumen sebelumnya, tetapi menjadi dokumen yang berkualitas dan mencerminkan capaian organisasi secara utuh,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penyamaan persepsi antarsatuan kerja agar laporan kinerja yang dihasilkan memiliki keselarasan, baik dalam penyusunan indikator maupun penyajian data. “Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendukung penguatan tata kelola organisasi sekaligus memastikan setiap program yang dijalankan berkontribusi terhadap pencapaian sasaran strategis Kementerian Agama,” tegas Musyarrafah.

Selain membekali peserta, lanjutnya, dengan aspek teknis penyusunan laporan, pelatihan diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik antarpenyusun laporan kinerja dari berbagai satuan kerja. “Melalui diskusi dan pendampingan narasumber, peserta dapat mengidentifikasi berbagai kendala teknis sekaligus menemukan solusi yang dapat diterapkan di lingkungan kerja masing-masing,” tambahnya.

Terakhir, Musyarrafah mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan secara optimal dengan mengikuti setiap sesi secara disiplin dan aktif berdiskusi. Ia berharap kompetensi yang diperoleh selama pelatihan mampu meningkatkan kualitas laporan kinerja di lingkungan Kementerian Agama sehingga menjadi instrumen evaluasi yang efektif, mendukung perencanaan program yang lebih baik, serta memperkuat budaya kerja yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.

“Melalui penguatan kapasitas penyusunan laporan kinerja, diharapkan setiap satuan kerja mampu menghadirkan informasi kinerja yang valid, dapat dipertanggungjawabkan, dan menjadi landasan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik,” pungkasnya.

Pelatihan Teknis Penyusunan Laporan Kinerja secara PJJ diikuti 40 orang peserta ASN Kementerian Agama yang bertugas menyusun, mereviu, dan/atau mengelola laporan kinerja pada satuan kerja masing-masing, berasal dari perwakilan ASN dilingkungan  Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM merupakan bagian dari komitmen Pusbangkom MKMB dalam mengembangkan kompetensi ASN yang adaptif terhadap kebutuhan organisasi. /RS

Tags:

PJJ
Penulis
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
Pranata Humas Ahli Muda

Related Posts: