Nilai ASN Melonjak, Pelatihan Laporan Kinerja Pusbangkom MKMB Berbuah Hasil

Bagikan artikel ini:
Nilai ASN Melonjak, Pelatihan Laporan Kinerja Pusbangkom MKMB Berbuah Hasil
Berita

Penutupan Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Teknis Penyusunan Laporan Kinerja

Jakarta (Pusbangkom MKMB)---Kementerian Agama terus memperkuat akuntabilitas dan kualitas tata kelola organisasi di seluruh unit kerja melalui Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Teknis Penyusunan Laporan Kinerja yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB).

Kepala Pusbangkom MKMB, Musyarrafah Amin, menjelaskan bahwa setiap satuan kerja berhak dan wajib menyajikan laporan kinerja yang akuntabel, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, Kemenag terus mendorong hadirnya sistem pelaporan yang selaras dan memiliki benang merah yang kuat dari tingkat pusat hingga ke daerah.

"Melalui pelatihan teknis ini, kami ingin memastikan penyusunan laporan kinerja bukan sekadar dokumen administratif rutin, melainkan cerminan dari integritas, profesionalisme, dan performa nyata organisasi," ujar Musyarrafah saat menutup pelatihan secara daring, Jumat (24/7/2026).

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pelatihan dilaksanakan secara daring memanfaatkan portal Learning Management System (LMS) selama 10 hari kerja dengan mengikuti pembekalan materi berdurasi 51 Jam Pelajaran (JP), mulai 13 hingga 24 Juli 2026. Sebanyak 40 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai satuan kerja dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Moderasi Beragama dan Pengambangan SDM (BMBPSDM) Kemenag di seluruh Indonesia.

Materi pelatihan diampu langsung oleh Widyaiswara Pusbangkom MKMB berkolaborasi bersama pakar dari Inspektorat Jenderal Kemenag. Selain teori, para peserta dibekali praktik simulasi, penugasan, hingga penyusunan learning journal. Hasilnya, terjadi peningkatan kompetensi yang signifikan dengan rata-rata nilai peserta naik dari 77,68 pada ujian awal (pre-test) menjadi 93,90 pada ujian akhir (post-test).

Menurut Musyarrafah, setiap alokasi program dan anggaran yang dikelola oleh Kemenag harus disusun secara terukur agar hasilnya benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Peserta yang telah lulus, diharapkan dapat menjadi agen perubahan (agent of change) di unit kerja masing-masing dalam membangun budaya kerja berbasis data dan berorientasi pada hasil,” imbaunya.

Perwakilan peserta, Abdul Syukur, mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan. “Ruang diskusi selama PJJ terasa interaktif dan aplikatif karena membedah langsung kendala riil penyusunan Laporan Kinerja triwulanan yang dihadapi di lapangan,” ucapnya.

 Musyarafah mengajak seluruh alumni pelatihan untuk terus konsisten menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah didapatkan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani.

 "Pelatihan memberikan pengetahuan, tetapi pengabdian di lapanganlah yang membuktikan kompetensi Bapak dan Ibu sekalian. Mari kita bekerja bukan sekadar menggugurkan kewajiban formalitas, melainkan meninggalkan legacy berupa tata kelola yang transparan dan pelayanan publik yang semakin berkualitas," pungkasnya. /Jafar

Tags:

PJJ
Penulis
JAFAR SHODIQ, S.Pd.I
Analis Data dan Informasi (Jabatan Pelaksana)
Editor
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
Pranata Humas Ahli Muda

Related Posts: