Pusbangkom MKMB Perkuat Benteng Moral Generasi Muda melalui Webinar Anti Narkoba

Bagikan artikel ini:
Pusbangkom MKMB Perkuat Benteng Moral Generasi Muda melalui Webinar Anti Narkoba
Berita

Seminar Rutin untuk ASN Inspiratif (SERASI) seri 9

Ciputat (Pusbangkom MKMB)--- Permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif lainnya) di kalangan remaja menjadi perhatian khusus pemerintah dan masyarakat. Pasalnya, kejahatan narkotika berbanding lurus dengan kejahatan lainnya yang dalam hal ini dibuktikan dengan meningkatnya kasus premanisme, geng motor dan kenakalan remaja.

Terkait hal tersebut, Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Kementerian Agama kembali menggelar Seminar Rutin untuk ASN Inspiratif (SERASI) seri 9 dengan mengangkat tema “Membangun Generasi Berkarakter melalui Pendidikan dan Nilai Keagamaan untuk Indonesia Bebas Narkoba”, secara luring dang daring dari kampus Pusbangkom MKMB di Ciputat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar strategis Kementerian Agama dalam memperkuat benteng moral generasi muda di tengah ancaman serius penyalahgunaan dan kejahatan luar biasa narkotika (extraordinary crime).

Kepala Pusbangkom MKMB, Musyarrafah Amin, menegaskan bahwa persoalan narkoba bukan sekadar isu hukum atau kriminalitas, melainkan ancaman serius bagi masa depan bangsa.

“Narkoba adalah ancaman yang dapat merampas masa depan, menghancurkan mimpi, memutus harapan keluarga, bahkan menghilangkan potensi terbaik yang dimiliki bangsa ini,” ujar Kapus Musyarrafah di Ciputat, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, upaya melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga, pendidik, tokoh masyarakat, dan Aparatur Sipil Negara (ASN), memiliki tanggung jawab yang sama untuk mengambil peran aktif dalam pencegahannya.

“Karakter menjadi benteng pertahanan utama dalam menghadapi berbagai ancaman penyimpangan, termasuk narkoba. Karakter yang kuat, akan membentuk keberanian untuk membedakan antara yang benar dan salah, sekaligus meneguhkan sikap untuk menolak perilaku destruktif,” katanya.

Kapus Musyarrafah juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pendidikan dan nilai keagamaan. Menurutnya, pendidikan memberikan ilmu pengetahuan dan kemampuan berpikir, sementara nilai keagamaan menghadirkan makna, arah, dan kebijaksanaan dalam menggunakan ilmu tersebut.

“Pendidikan dan nilai agama tidak boleh berjalan sendiri. Keduanya harus hadir bersama untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral, matang secara emosional, dan kuat secara spiritual,” tegas Kapus.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya berfokus pada penciptaan generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang berkarakter. Sebab, kecerdasan dapat mengantarkan seseorang menuju kesuksesan, namun karakterlah yang akan menjaga tetap berada di jalan yang benar.

“Upaya mewujudkan Indonesia bebas narkoba tidak dimulai dari tempat yang jauh, melainkan dari diri sendiri, keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Sementara keynote speech, Widyaiswara Ahli Madya Pusbangkom MKMB Achmad Nidjam memaparkan, berdasarkan data nasional, setiap tahun aparat penegak hukum berhasil mengungkap sekitar 38 ribu hingga 43 ribu kasus narkotika dengan lebih dari 48 ribu tersangka. “Barang bukti yang disita pun mencapai lebih dari lima ton sabu, jutaan butir ekstasi, dan berton-ton ganja, dengan perputaran uang jaringan narkoba diperkirakan mencapai Rp250 triliun hingga Rp300 triliun per tahun,” paparnya.

Ia menilai, angka-angka tersebut menunjukkan bahwa ancaman narkoba sudah masuk pada level yang sangat mengkhawatirkan. “Lebih memprihatinkan lagi, sekitar 70 persen pengguna berada pada rentang usia produktif dan pelajar, kelompok yang seharusnya menjadi tulang punggung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Achmad Nidjam menekankan pentingnya empat pilar utama atau P3L dalam membangun generasi berkarakter bebas narkoba, yakni penguatan pendidikan karakter di lembaga pendidikan, penanaman nilai-nilai keagamaan, peran aktif keluarga, serta lingkungan sosial yang suportif. “Keempat pilar ini dinilai sebagai ekosistem utama dalam membentuk ketahanan diri generasi muda terhadap pengaruh negatif narkoba,” imbuhnya.

Ia juga mengaitkan gerakan anti narkoba dengan konsep moderasi beragama. Menurutnya, moderasi beragama mengajarkan keseimbangan, kemanusiaan, dan komitmen kebangsaan, yang semuanya bertentangan dengan dampak destruktif penyalahgunaan narkotika.

“Gerakan anti narkoba sejatinya adalah bagian dari pengamalan moderasi beragama. Ketika seseorang menjaga dirinya dari narkoba, ia sedang menjaga akalnya, menjaga keluarganya, dan menjaga bangsanya,” terangnya.

Selain itu, Achmad Nidjam memperluas perspektif dengan menghubungkan isu narkoba dengan ekoteologi, yakni kesadaran spiritual dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Industri gelap narkoba tidak hanya merusak manusia secara fisik dan mental, tetapi juga merusak ekosistem melalui pembukaan lahan ilegal dan limbah kimia berbahaya,” tegasnya.

Momentum webinar ini dinilai relevan karena berlangsung berdekatan dengan sejumlah peringatan penting di bulan Juni, seperti Hari Lahir Pancasila, Hari Anti Narkotika Internasional, dan Tahun Baru Islam. Ketiga momentum tersebut, menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat nilai toleransi, gotong royong, dan ketahanan moral bangsa.

Pusbangkom MKMB juga berharap dapat memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, keluarga, tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun kesadaran kolektif untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba.

“Indonesia merdeka diperjuangkan dengan darah dan pengorbanan. Jangan biarkan masa depan bangsa dirampas oleh penjajahan baru bernama narkoba. Mari kita bentengi generasi muda dengan ilmu, iman, dan karakter yang kokoh demi mewujudkan Indonesia Bersinar: Bersih Narkoba,” pungkasnya.

Webinar SERASI 9 diikuti oleh ASN dan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan dapat menyimak live streaming melalui Youtube Pusbangkom MKMB. Menghadirkan narasumber Penyuluh Narkoba Ahli Madya BNN Eva Fitria Yuanita, Widyaiswara Ahli Muda Pusbangkom MKMB Nurhasanah dan dimoderatori Widyaiswara Ahli Madya Pusbangkom MKMB Agustina.

Hadir secara luring Kabag TU Nilam Nur Azizah, Ketua Tim Kerja Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan dan Moderasi Beragama Sri Mulyati dan para Widyaiswara Pusbangkom MKMB. /RS

 

 

Tags:

Penulis
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
Pranata Humas Ahli Muda

Related Posts: