Jakarta (Pusbangkom MKMB)---Penguatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) membutuhkan kolaborasi lintas lembaga agar pembelajaran tidak berhenti pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk kepemimpinan yang adaptif, berintegritas, dan memiliki kepekaan sosial serta lingkungan. Semangat itu mengemuka dalam kunjungan kerja Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) ke Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), Selasa (13/10/2026).
Kunjungan dalam rangka diseminasi dan diskusi program pengembangan kompetensi tersebut menjadi ruang untuk menjajaki kerja sama strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur. Melalui sinergi ini, program pelatihan diharapkan semakin relevan dengan kebutuhan organisasi dan tantangan pelayanan publik yang terus berkembang.
Deputi Bidang Kebijakan dan Strategi Bakamla RI, Laksda Didong Rio Duta Purwokuntjoro dan jajaran menyambut kedatangan tim Pusbangkom MKMB yang dipimpin Kepala Pusbangkom MKMB, Musyarrafah Amin. Rombongan turut didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, para ketua tim kerja, serta widyaiswara di lingkungan Pusbangkom MKMB.
Dalam pemaparannya, Musyarrafah menjelaskan bahwa Pusbangkom MKMB memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan berbagai program pengembangan kompetensi yang telah memperoleh pengakuan dari lembaga berwenang. “Pengakuan tersebut meliputi akreditasi lembaga dan program Pelatihan Kepemimpinan dari Lembaga Administrasi Negara (LAN), akreditasi Pelatihan Bendahara Pengeluaran dari Kementerian Keuangan, serta akreditasi Pelatihan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP),” ujarnya.
“Pusbangkom MKMB juga menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Ideologi Pancasila dengan dukungan kompetensi yang relevan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP),” tambahnya.
Menurut Musyarrafah, bekal tersebut menjadi modal untuk memperluas kemitraan pengembangan kompetensi ASN, termasuk dengan lembaga yang memiliki mandat dan tantangan kerja berbeda. Peluang kolaborasi tidak terbatas pada pelatihan kepemimpinan, tetapi juga mencakup penguatan moderasi beragama dan ekoteologi.
“Kerja sama yang kita bangun tidak hanya berfokus pada pelatihan kepemimpinan, melainkan juga menyentuh aspek krusial seperti pelatihan moderasi beragama dan ekoteologi,” katanya.
Musyarrafah memaparkan, kedua bidang tersebut dapat memperkaya perspektif ASN dalam menjalankan tugas. Moderasi beragama menguatkan sikap toleran, penghormatan terhadap perbedaan, dan kemampuan merawat kerukunan. “Sementara itu, ekoteologi mendorong kesadaran bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan. Nilai-nilai ini penting untuk melengkapi kecakapan manajerial dan teknis aparatur,” paparnya.
Melalui diseminasi ini, Pusbangkom MKMB dan Bakamla RI menjajaki penguatan komunikasi dan koordinasi sebagai landasan kerja sama berkelanjutan. “Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan program pengembangan kompetensi yang lebih terarah, kontekstual, dan berdampak pada peningkatan kualitas kinerja aparatur,” pungkas Musyarrafah.
Bagi Bakamla RI, diskusi tersebut membuka ruang untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kapasitas yang sesuai dengan karakteristik tugas dan tantangan kelembagaan. “Pertukaran gagasan antarlembaga juga berpotensi memperkaya materi pembelajaran, memperluas perspektif peserta, serta mendorong penerapan hasil pelatihan dalam pekerjaan sehari-hari,” kata Laksda Didong Rio Duta Purwokuntjoro.
Menurutnya, pengembangan kompetensi ASN membutuhkan kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antarlembaga. Setiap instansi memiliki karakteristik tugas dan tantangan yang berbeda sehingga program pengembangan sumber daya manusia perlu dirancang sesuai kebutuhan organisasi, sekaligus mampu menjawab dinamika pelayanan publik.
“Kami menyambut baik diseminasi dan diskusi program pengembangan kompetensi yang diinisiasi Pusbangkom MKMB,” sambutnya.
Forum ini menjadi kesempatan untuk saling berbagi pengalaman, mengidentifikasi kebutuhan pelatihan, serta menjajaki bentuk kerja sama yang dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kapasitas aparatur.
“Kami berharap sinergi ini dapat ditindaklanjuti melalui program yang terarah dan berkelanjutan, sehingga kompetensi yang diperoleh tidak hanya memperkuat kapasitas individu, tetapi juga mendukung kinerja organisasi dan pelaksanaan tugas secara profesional,” tutup Laksda Didong Rio Duta Purwokuntjoro.
