SURABAYA - Penyelenggaraan pada Tahun 2022 ini merupakan tahun yang penuh tantangan dalam penyelenggaraan PKN Tingkat II, karena dua hal, yaitu pertama, jumlah penyelenggaraan PKN Tingkat II yang meningkat signifikan menjadi 29 penyelenggaraan. Kedua, diterapkannya kurikulum baru yang membutuhkan reskilling yang cepat kepada semua stakeholder agar kebijakan baru ini dapat diterapkan, demikian disampaikan oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara, Adi Suryanto, saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi Penyelenggaraan PKN Tingkat II yang diselenggarakan di Badan Pengembangan SDM Provinsi Jawa Timur mulai tanggal 8 sampai dengan 9 November 2022.
Adi Suryanto menambahkan bahwa pada tahun ini sebagian besar penyelenggaraan PKN Tingkat II dilaksanakan dengan metode blended learning baik PKN II dengan kurikulum lama, terlebih PKN II dengan kurikulum terbaru yang memang dituntut untuk dilakukan secara blended learning sesuai dengan tantangan dan perubahan terkini. Penyelenggaraan PKN Tingkat II pada Tahun 2022 harus dapat kita jadikan bahan evaluasi untuk perbaikan penyelenggaraan PKN II pada tahun yang akan datang.
Sejalan dengan harapan Kepala LAN, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengharapkan agar dalam kurikulum PKN dapat diberi muatan local content termasuk field trip ke lokus yang memiliki kekhususan dan memiliki competitive advantage yang tinggi sehingga peserta memiliki perspektif yang komprehensif, khususnya dalam menghadapai ancaman resesi yang dikhawatirkan saat ini.
Rapat Koordinasi diikuti oleh 23 Lembaga pelatihan pada kementerian dan Lembaga seluruh Indonesia yang menyampaikan Paparan mengenai laporan peenyelenggaraan PKN Tingkat II Tahun 2022 dan Rencana Tahun 2023 serta evaluasi dan masukan untuk penyempurnaan penyelenggaraan PKN tahun 2023.
Kapusdiklat Tenaga Administrasi, Syafii, dalam paparannya menyampaikan bahwa secara umum penyelenggaraan PKN Tingkat II Angkatan XXII yang dijadwalkan tanggal 9 Agustus s.d. 9 Desember 2022, sampai saat ini berjalan dengan lancar sesuai dengan agenda yang dijadwalkan. Peserta yang sangat variatif yaitu, 49 orang dari Kementerian Agama, 4 orang dari Polri, 5 orang dari KPK, 1 orang dari BNPB dan 1 orang dari Pemkab Pasaman dapat berinteraksi dan berkolaborasi dengan baik selama pembelajaran berlangsung.
Kendala yang terjadi seperti adanya rotasi JPT Pratama Kementerian Agama yang berdampak pada peserta yang terkena rotasi melakukan perubahan Rancangan Proyek Perubahan disesuaikan dengan tempat penugasan yang baru telah dapat diatasi dengan baik, demikian juga dengan kendala teknis seperti kesulitan saat mencari narasumber/fasilitator, teknis pemanfaatan LMS Kepemimpinan ASN Pintar, narasumber yang belum familiar dengan LMS dapat diselesaikan dengan baik.
Syafii menambahkan bahwa koordinasi antara Kementerian Agama dengan Lembaga Administrasi Negara baik secara kebijakan maupun teknis, menjadi kata kunci dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang timbul kelancaran penyelenggaraan PKN Tingkat II Angkatan XXII. Diharapkan pada tahun 2023 Kementerian Agama dapat menyelenggarakan PKN Tingkat II dengan lebih baik dan sempurna, sehingga dapat segera terakreditasi untuk menjadi Penyelenggara PKN Tingkat II secara mandiri.
Rapat Koordinasi yang berlangsung selama dua hari tersebut dihadiri oleh Kepala LAN, Deputi III dan Deputi IV LAN, para Kapus di lingkungan LAN, Kepala BPSDM dan Kepala Pusdiklat pada Kementerian/Lembaga seluruh Indonesia. /AN
