EKSPEKTASI KAPUSDIKLAT DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PESERTA PELATIHAN TENAGA ADMINISTRASI

Bagikan artikel ini:
EKSPEKTASI KAPUSDIKLAT DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PESERTA PELATIHAN TENAGA ADMINISTRASI
Berita

Ekspektasi Kepuasan peserta Pelatihan Melalui Evaluasi dan Pengukuran Pelatihan Klasikal dan e-Learning

Karya tulis ini bertujuan untuk memberikan laporan terhadap pengukuran kepuasan peserta pelatihan klasikal maupun non klasikal pada Pusdiklat Tenaga Administrasi tahun 2023, sebagai rekomendasi bahan kebijakan kapusdiklat Tenaga Administrasi.

Pelatihan merupakan suatu proses yang integral yang saling berkaitan satu dengan lainnya. Dalam proses ADDIE dimulai dari proses Analisis Kebutuhan Pelatihan (Analyse need), proses penentuan program pelatihan (Design curriculum), proses perencanaan program (Develop material), proses pelaksanaan pelatihan (Implement training) dan diakhiri dengan proses evaluasi pelatihan (Evaluate training).

Evaluasi pelatihan perlu dilakukan untuk memperoleh informasi yang akurat tentang berbagai hal dalam proses pelatihan untuk mengidentifikasi permasalahan dalam perencanaan pelaksanaan dan pertanggungjawaban pelatihan, mendapatkan gambaran tentang pencapaian hasil penyelenggaraan pelatihan untuk dijadikan dasar perbaikan, peningkatan proses dan hasil pembelajaran dalam pelatihan .

Evaluasi pelatihan dilakukan untuk melaksanakan pengukuran indek kepuasan akan menjawab berbagai pertanyaan tentang bagaimana kualitas program pelatihan, apakah peserta pelatihan telah berhasil dalam kegiatan pelatihan, apakah peserta merasa puas dengan program pelatihan yang baru saja selesai, apakah peserta pelatihan mau mengikuti pelatihan lain yang diselenggarakan, atau apakah peserta pelatihan mau merekomendasikan pelatihan yang baru diikutinya kepada orang lain, apakah program pelatihan telah sesuai dengan kebutuhan peserta pelatihan, atau apakah pelatihan telah sesuai dengan kebutuhan dari unit kerja yang mengirimkan peserta pelatihan, atau apakah ada hal-hal yang masih perlu atau harus ditingkatkan berkaitan dengan kualitas pelaksanaan program pelatihan. Dan masih ada banyak lagi pertanyaan yang bisa muncul pada saat pelaksanaan pelatihan atau pada saat setelah berakhirnya pelatihan. Evaluasi pelatihan juga dapat membantu pimpinan memperoleh gambaran dalam membuat keputusan dan perencanaan pelatihan di masa yang akan datang.

Pusdiklat Tenaga Administrasi melaksanakan evaluasi dan pengukuran kepuasan peserta pelatihan dengan menggunakan data observasi, dokumentasi dan angket dengan skala interval. Sampel responden dilaksanakan secara acak untuk pelatihan klasikal berjumlah 114 orang dan pelatihan jarak jauh sebanyak 29 orang.

 

Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa indeks kepuasan peserta pelatihan, yang terdiri dari 25 indikator untuk pelatihan klasikal dari 15 indikator untuk pelatihan jarak jauh, menghasilkan persepsi responden rata-rata PUAS. Dengan nilai rata-rata bidang akademik 3,48 atau 87,2%, sedangkan bidang administrasi nilai rata-rata 3,7 atau 84,15. Untuk nilai rata-rata pelatihan jarak jauh 3,34 atau 84,51 dengan kualifikasi BAIK atau PUAS.

Untuk dapat melihat dengan jelas penulis menyajikan hasil rerata nilai tiap indikator sebagai berikut:

 

Berdasarkan grafik pelatihan klasikal di atas nilai SANGAT MEMUASKAN pada indikator: Durasi penyelenggaraan pelatihan 90,00%, Etika fasilitator 91,75% dan nilai Sikap fasilitator dalam berkomunikasi dengan peserta 90,50%, dan indikator lainnya dengan nilai rata rata BAIK. Sedangkan nilai terendah pada Tata letak kursi dan meja belajar/ruang dengan nilai 73,25 dengan kualifikasi CUKUP BAIK.

Berasarkan hasil survey tersebut perlu adanya perbaikan pada kelas klasikal dalam tata letak kursi dan meja/ruang belajar maupun ruang diskusi, agar peserta nyaman menerima pembelajaran dan melaksanakan diskusi pembimbingan karya tulis, aksi perubahan maupun proyek perubahan.

Adappun hasil rerata nilai tiap indikator pada PJJ

 

Berdasarkan grafik di atas nilai terendah pada indikator Penyajian materi disajikan dengan sistematis, dengan nilai 78,45%, cukup memuaskan. Maka rekomendasi untuk pelatihan ini adalah dengan membuat kurikulum dan silabus disusun secara sistematis.

Laporan evaluasi kepuasan dan pengukuran Pelatihan Teknis Administrasi sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Dalam keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor KEP/63/M.PAN/02/2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Publik ditegaskan bahwa setiap penyelenggara pelayanan publik harus memiliki standar pelayanan publik dan dipublikasikan sebagai jaminan adanya kepastian bagi penerima pelayanan. Selanjutnya, guna meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (PROPENAS), perlu tolak ukur untuk menilai tingkat kualitas pelayanan, seperti Indeks Kepuasan Masyarakat. Dalam dunia pelatihan, yang menjadi pengguna pelayanan pelatihan salah satunya adalah peserta. Oleh karena itu, perlu dilakukan laporan evaluasi kepuasan dan pengukuran  Pelatihan Teknis Administrasi dimana data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dan penilaian terhadap unsur pelayanan yang masih perlu perbaikan dan menjadi pendorong setiap unit penyelenggara pelayanan untuk meningkatkan kualitas pelayanannya.

Berbagai upaya telah ditempuh dan dilakukan, guna memperbaiki pelayanan publik oleh Pusdiklat Tenaga Administrasi, namun penyelenggaraan pelayanan publik masih belum sepenuhnya dapat memenuhi harapan dan kepuasan, karena pelaksanaanya belum seluruhnya berdasarkan standar pelayanan, selain itu kegiatan pelayanan prima belum merupakan kebanggaan bagi birokrat. Selama ini pelaksanaan pelayanan publik cenderung menggunakan pendekatan normatif, sehingga upaya peningkatan pelayanan hanya berdasarkan kepada perintah, sebagai penyedia layan. semata-mata, tidak dipadukan dengan keinginan stakeholder sebagai pengguna layanan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Pusdiklat Tenaga Administrasi berdasarkan hasil survey Evaluasi indek pengukuran kepuasan peserta pelatihan klasikal dilihat dari bidang akademik dan administrasi mendapat rata-rata nilai 3,44 dimana  jika dikonversi menjadi nilai persepsi adalah 85,98% dan nilai PJJ rerata nilai 3,7 dengan nilai konversi 84,51% yang termasuk kategori BAIK/PUAS.

Rekomendasi berdasarkan hasil survey antara lain pada pelatihan klasikal nilai terendah pada Tata letak kursi dan meja belajar/ruang dengan nilai 73,25 dengan kualifikasi CUKUP BAIK. Maka perlu adanya perbaikan pada kelas klasikan dalam tata letak kursi dan meja/ruang belajar maupun ruang diskusi. dan Pelatihan non klasikal/PJJ nilai terendah pada indikator Penyajian materi disajikan dengan sistematis, dengan nilai 78,45%, CUKUP BAIK. Maka rekomendasi untuk pelatihan ini adalah dengan membuat kurikulum dan silabus disusun secara sistematis.

Harapan pelayanan pusdiklat dapat terus meningkat sehingga memenuhi standar keinginan stakeholder dan mendapatkan nilai optimal sangat memmuaskan. SK

 

Tags:

Penulis
Dr. SITI KUSRIYAH, S.Ag., M.Pd.
Dr. SITI KUSRIYAH, S.Ag., M.Pd.
Widyaiswara Ahli Madya

Related Posts: