Pontianak (Pusbangkom MKMB)---Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Kementerian Agama Musyarrafah Amin meminta para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama untuk terus menjaga semangat motivasi dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Arahan tersebut disampaikannya saat menutup Latihan Dasar (Latsar) CPNS angkatan XLV, XLVI dan XLVII wilayah kerja Balai Diklat Keagamaan Jakarta di Asrama Haji Pontianak.
Kapus Musyarrafah menyampaikan apresiasi atas dedikasi peserta selama mengikuti rangkaian pelatihan. “Saya masih merasakan energi kuat dan komitmen tinggi para peserta hingga akhir kegiatan,” ucapnya di Pontianak, Sabtu (29/11/2025).
Dalam arahannya Kapus Musyarrafah menekankan pentingnya budaya belajar berkelanjutan di lingkungan ASN. Ia mengingatkan bahwa setiap pegawai negeri memiliki kewajiban untuk terus mengembangkan kompetensi.
“Setiap ASN wajib mendapatkan pelatihan minimal 20 jam per tahun, hal ini penting agar pegawai terus mengasah kemampuan sesuai fungsi dan bidang kerja masing-masing,” ungkapnya.
Kapus juga turut menyoroti keberagaman latar belakang profesi peserta Latsar tahun ini. “Keberagaman tersebut merupakan modal berharga untuk memperkaya wawasan dan pengalaman sesama peserta,” katanya.
Dengan peserta berasal dari berbagai formasi, ia mengimbau agar jejaring yang terbentuk selama pelatihan tetap dijaga, serta saling berbagi pengetahuan demi memperkuat kompetensi dasar sebagai ASN Kementerian Agama.
“Ke depan, tantangan pengabdian di Kemenag semakin kompleks, sehingga diperlukan kesiapan profesional dari setiap pegawai. Oleh karena itu, tidak boleh hanya mengandalkan pengalaman sebelumnya, tetapi juga aktif mengikuti pelatihan lanjutan yang relevan,” tegas Kapus Musyarrafah.
Di akhir sambutannya, Kapus Musyarrafah menegaskan pentingnya profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas. Ia berharap seluruh lulusan Latsar dapat menjadi ASN yang berdedikasi, berkarakter baik, dan mengutamakan pelayanan publik.
“Jadikanlah apa yang diperoleh selama pelatihan ini sebagai bekal untuk mengabdi dengan sepenuh hati,” pesannya.
Sebanyak 113 peserta dari berbagai formasi guru, dosen, staf administrasi, dan lainnya mengikuti kegiatan ini hingga tuntas.
Penutupan dihadiri pejabat Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat, jajaran BDK Jakarta dan para pengajar. /RS
