Sudah 240 Peserta, Pengembangan Kompetensi PBJP Pusbangkom MKMB Terus Perkuat Tata Kelola Pengadaan

Bagikan artikel ini:
Sudah 240 Peserta, Pengembangan Kompetensi PBJP Pusbangkom MKMB Terus Perkuat Tata Kelola Pengadaan
Berita

Pembukaan Bimtek (PBJP) oleh Kabag TU Risani secara daring, Senin (14/9/2026).

Ciputat (Pusbangkom MKMB)—Pengelolaan pengadaan barang dan jasa pemerintah membutuhkan aparatur yang tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu menerapkannya secara tepat. Kebutuhan itu terus dijawab Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kompetensi Umum bagi Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (PBJP).

Memasuki angkatan V, program yang dilaksanakan secara online melalui  LMS PJJ  via zoom meeting ini diikuti 40 peserta. Mereka berasal dari Kementerian Agama Pusat, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, serta Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Kegiatan berlangsung 14–18 September 2026.

Jika ditotal sejak angkatan pertama, Pengembangan Kompetensi Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah melalui bimtek dan pelatihan secara online telah menjangkau 240 peserta. Jumlah tersebut menunjukkan kebutuhan penguatan kapasitas pengelola pengadaan di lingkungan Kementerian Agama sekaligus keberlanjutan program pengembangan kompetensi yang diselenggarakan Pusbangkom MKMB.

Kepala Bagian Tata Usaha Pusbangkom MKMB, Risani, mengatakan peningkatan kompetensi menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan. “Pengelola pengadaan perlu terus memperkaya pengetahuan agar mampu menjalankan proses pengadaan secara tepat dan bertanggung jawab,” ujarnya saat membuka Bimtek secara daring, Senin (14/9/2026).

“Peserta diharapkan mengikuti kegiatan dengan maksimal sehingga dapat memperkaya pengetahuan terkait pengadaan barang dan jasa,” tambahnya.

Ia menekankan, pemahaman yang memadai dibutuhkan agar pengadaan barang dan jasa dapat dikelola dengan baik dan memberikan dampak terhadap pelaksanaan tugas pemerintahan. Penguatan kompetensi juga menjadi bekal bagi peserta dalam memperbaiki tata kelola pengadaan di unit kerja masing-masing.

“Harapannya kegiatan ini bermanfaat bagi peserta dan dapat diikuti dengan penuh semangat,” katanya.

Menurut Risani, keberlanjutan Bimtek hingga angkatan V tidak sekadar menunjukkan bertambahnya jumlah peserta. “Lebih dari itu, program ini menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas aparatur yang mampu mengelola pengadaan secara profesional, sehingga proses pengadaan dapat berjalan lebih tertib, efektif, dan sesuai ketentuan,” tandasnya.

Pelaksanaan melalui PJJ juga memberi ruang bagi peserta dari berbagai wilayah untuk meningkatkan kompetensi tanpa harus meninggalkan tugas kedinasan dan lokasi kerja. Melalui LMS PJJ via zoom meeting, proses pembelajaran dapat berlangsung secara terstruktur dan menjangkau peserta dari satuan kerja yang beragam.

Dengan 40 peserta pada bimtek angkatan V, Pusbangkom MKMB kembali memperluas ekosistem pembelajaran pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kementerian Agama. Akumulasi 240 peserta menjadi pijakan untuk terus memperkuat kapasitas ASN, terutama mereka yang memiliki peran dalam memastikan pengadaan berjalan akuntabel dan mendukung pencapaian tujuan organisasi./RS

  

 

 

Tags:

Penulis
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
Pranata Humas Ahli Muda

Related Posts: