Ciputat (Pusbangkom MKMB)---Upaya menghadirkan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang semakin adaptif, berkualitas, dan berdampak terus diperkuat. Salah satunya melalui Sarasehan PKN Tingkat II yang digelar Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) di Kampus Pusbangkom MKMB, Ciputat.
Sarasehan menjadi ruang penyamaan persepsi sekaligus penguatan kesiapan seluruh unsur penyelenggara dalam menghadapi implementasi kebijakan terbaru PKN Tingkat II. Sarasehan penting untuk memastikan proses pembelajaran berjalan efektif serta mampu menghasilkan pemimpin strategis yang memiliki integritas, profesionalisme, dan kemampuan menghadirkan inovasi bagi organisasi.
Kepala Pusbangkom MKMB Musyarrafah Amin saat membuka kegiatan yang diikuti 35 orang peserta dari Pusbangkom MKMB dan Biro SDM, menegaskan bahwa penyelenggaraan PKN Tingkat II tidak sekadar memenuhi agenda pelatihan, melainkan harus mampu melahirkan pemimpin bernilai tambah bagi organisasi dan pelayanan publik.
Menurutnya, keberhasilan pelatihan sangat ditentukan oleh kesiapan seluruh pihak, mulai dari penyelenggara, widyaiswara, coach, mentor, hingga dukungan sistem pembelajaran yang terintegrasi. “Karena itu, setiap unsur perlu memiliki pemahaman yang sama terhadap tujuan pelatihan agar proses pengembangan kompetensi berlangsung optimal,” ujar Musyarrafah di Ciputat, Rabu (8/7/2026).
Musyarrafah menjelaskan bahwa sarasehan akan membahas berbagai penyesuaian penyelenggaraan PKN Tingkat II tahun 2026 yang menerapkan metode blended learning dengan porsi pembelajaran daring lebih besar. “Kondisi tersebut menuntut kesiapan teknologi informasi, kualitas materi, serta strategi pembelajaran yang mampu menjaga keterlibatan peserta selama proses pelatihan berlangsung,” jelasnya.
Menurut musyarrafah, selain aspek teknis, forum ini untuk memperkuat komitmen penyelenggara menjaga mutu pelatihan melalui penerapan prinsip objektivitas, transparansi, dan integritas dalam seluruh tahapan penyelenggaraan. “Kesamaan persepsi antara penyelenggara, coach, dan mentor dinilai menjadi faktor penting agar proses pendampingan benar-benar mendorong peserta menghasilkan proyek perubahan yang relevan dengan kebutuhan organisasi,” terangnya.
Dalam diskusi pada kegiatan yang akan berlangsung dari tanggal 8 sd 9 Juli 2026 tersebut, mengemuka pentingnya merancang proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian kurikulum, tetapi mampu membangun kepemimpinan strategis yang adaptif terhadap perubahan. Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan terdorong menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja satuan kerja masing-masing.
Berbagai tantangan penyelenggaraan, termasuk penyesuaian skema pembelajaran dan efisiensi pelaksanaan visitasi, turut dibahas untuk menghasilkan solusi yang tetap menjaga kualitas pelatihan.
Musyarrafah mengharapkan agar seluruh penyesuaian diarahkan agar tujuan pengembangan kompetensi tetap tercapai secara efektif tanpa mengurangi substansi pembelajaran. Pusbangkom MKMB berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan PKN Tingkat II sebagai wahana mencetak pemimpin strategis berintegritas, profesionalisme, kemampuan berinovasi, serta berorientasi pada pelayanan publik. “Kehadiran pemimpin dengan karakter tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi dan mendukung terwujudnya Kementerian Agama yang semakin berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya./RS
