Kegiatan OKB Hari Kedua di LMPQ: Asta Protas & Mental Health Dalam Berpuasa

Bagikan artikel ini:
Kegiatan OKB Hari Kedua di LMPQ: Asta Protas & Mental Health Dalam Berpuasa
Berita

Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) menggelar Orientasi Kebijakan Baru (OKB) Tahun 2025 di Jakarta, Selasa (18/3/2025).

Jakarta (Pusbangkom MKMB)---Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama menyelenggarakan Orientasi Kebijakan Baru (OKB) Tahun 2025 dengan tema “Orientasi Kebijakan Baru dan Menata Mental Health: "Work Life Balancepada tanggal 17-18 Maret 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai Pusbangkom MKMB di aula Syaifuddin Zuhri Pusbangkom MKMB dan aula Gedung Bayt Al-Qur’an LPMQ–TMII.

Kepala Badan (Kaban) BMBPSDM Kementerian Agama M. Ali Ramdhani pada kesempatan ini, mengingatkan bahwa salah satu tugas BMBPSDM adalah menciptakan kerukunan dengan memberikan aksentuasi pada cinta dan kemanusiaan yang terdapat dalam Asta Protas (Delapan Program Prioritas 2025-2029) “Kemenag Berdampak.”

“Salah satu model yang perlu kita kembangkan di dalam menciptakan kerukunan, ada sebuah diksi yang disebut dengan keadilan. Keadilan ini hanya bisa dilakukan dengan perangkat-perangkatnya, sikapnya yaitu: Tawasuth, Tasamuh, Tawazun dan I’tidal,” ujar Kaban Dhani di aula Gedung Bayt Al-Qur’an LPMQ–TMII Jakarta, Selasa (18/3/2025).

“Berikutnya adalah Penguatan Ekoteologi, bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan kesadaran keagamaan tentang pentingnya merawat lingkungan melalui pendidikan agama dan lembaga keagamaan, dengan contoh seperti penanaman pohon dan penerapan green building,” papar kaban. 

“Pelayanan ekoteologi adalah menjadi domain kita bersama. Menjadi tugas Kemenag untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran keagamaan dalam pelestarian lingkungan,” tegas Kaban.  Misalnya, ada konsep khalifah dalam Islam, Tri Hita Karana dalam Hindu, atau Laudato Si’ dalam Katolik.

Selain itu, lanjut Kaban, ada Layanan Keagamaan Berdampak, artinya, ruang-ruang keagamaan tidak boleh nanti pada sebuah nilai-nilai yang diresapi akan menjadi isu-isu personal tetapi harus menjadi pencerah bagi seluruh komunitas dan ekosistem. Seperti: zakat memberikan bermanfaat pada orang lain dsb. “Kata kuncinya arah dan orientasi kita pada tiga hal,  masyarakat yang cerdas, rukun dan maslahat,” terangnya.

Dan wasilahnya dilakukan dengan mewujudkan Pendidikan unggul, ramah dan terintegrasi. “Maksudnya, kita menginginkan pendidikan yang mampu menjawab isu-isu pendidikan, terdiri dari empat hal, aksesibilitas, ekonomi, geografis dan disability,” jelas Kang Dhani, sapaan akrabnya.

“Kemudian Pemberdayaan Pesantren, Pemberdayaan Ekonomi Umat, Sukses Haji dan Digitalisasi Tata Kelola. Artinya segala sesuatunya harus memberikan dampak,” pungkasnya.

Sebelumnya Sekretaris BMBPSDM Kementerian Agama Ahmad Zainul Hamdi menyampaikan bahwa puasa adalah tuntutan Allah pada saat kita mengatakan bahwa kita ini umat yang beragama.

“Puasa itu adalah perintah, yang hampir di semua agama ada kewajiban untuk berpuasa,” ujarnya.

Menurut Sesban puasa adalah ibadah yang paling aneh karena tidak ada wujud ibadahnya tetapi dapat mengajarkan kita yang berkaitan dengan mental health adalah amanah dan disiplin.

“Puasa untuk Allah dan Dia yang akan memberikan balasan, memberikan pahala serta menghapus dosa yang telah lalu bagi mereka yang berpuasa dengan iman,” pungkasnya.

Kegiatan pada hari kedua di Gedung Bayt Al-Qur’an LPMQ–TMII Jakarta selain mendengarkan materi Kebijakan Asta Prioritas Kementerian Agama 2025-2029 dan Implementasinya pada Program Pusbangkom MKMB dari Kaban dan Sesban, sebelumnya peserta mengikuti Social Cultural Observation (Mengenal Kitab Suci Al-Qur'an dan Museum Istiqlal) dan Social Cultural Observation (Sinematik Mengenal Hujan dan Hari Akhir).

 Hadir juga pada kesempatan ini Kepala Pubangkom MKMB Syafi’i, Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Abdul Aziz Sidqi, Kabag TU Pusbangkom MKMB Nilam Nur Azizah. /RS

 

Tags:

Penulis
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
Pranata Humas Ahli Muda

Related Posts: