42 Ribu ASN Ikuti ASN e-Learning Berintegritas Kerja sama Kemenag dan KPK

Bagikan artikel ini:
42 Ribu ASN Ikuti ASN e-Learning Berintegritas Kerja sama Kemenag dan KPK
Berita

Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam kegiatan peluncuran program e-Learning ASN Berintegritas, di Jakarta pada Rabu (11/03/2026) - Untuk mengakses berbagai layanan Kementerian Agama, silakan kunjungi https://kemenag.go.id/layanan . Melalui portal ini, Anda dapat memperoleh informasi terkini mengenai, regulasi, pendidikan keagamaan, agenda nasional, publikasi digital, serta berita Kemenag dari pusat dan daerah. Ikuti juga saluran Kementerian Agama di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb9xP10Fy72KZA2gk81S

Jakarta (Pusbangkom MKMB)--- Kementerian Agama merilis program e-Learning ASN Berintegritas kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memperkuat sistem pencegahan korupsi di lingkungan birokrasi.

 

Program ini dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. “Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berintegritas merupakan fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel,” ujar Menag di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Menag mengatakan bahwa pendekatan yang dikembangkan oleh KPK, integritas ASN tidak hanya dimaknai sebagai kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga sebagai komitmen moral untuk menjalankan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, dan bebas dari konflik kepentingan. “ASN berintegritas mampu menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun kelompok, serta secara aktif menolak dan mencegah berbagai praktik korupsi seperti gratifikasi, penyalahgunaan wewenang, dan nepotisme,” katanya.

Komitmen Kementerian Agama, lanjutnya, untuk terus bekerja sama dengan KPK dalam memperkuat integritas aparatur. “Besarnya jumlah ASN Kemenag membuat penguatan budaya antikorupsi menjadi kebutuhan mendesak. Kementerian Agama mungkin salah satu kementerian yang paling sering mengundang KPK. Ini adalah bentuk iktikad baik karena instansi ini sangat besar hingga ke tingkat daerah, sehingga jika ada hal yang meragukan, sebaiknya dikonsultasikan,” jelasnya.

Oleh karenanya, Menag mengingatkan para ASN agar tidak takut menerima amanah jabatan selama dijalankan dengan niat yang lurus dan menjaga integritas.

Menurut Menag, integritas bagi Kementerian Agama bukan sekadar prinsip administratif dalam tata kelola pemerintahan, tetapi merupakan nilai moral yang sejalan dengan ajaran agama yang kita layani. “Jumlah ASN Kemenag yang mencapai  354.508 orang pada tahun ini memikul tanggung jawab ganda sebagai aparatur negara yang menjalankan fungsi pelayanan publik, sekaligus sebagai representasi nilai-nilai keagamaan yang menekankan kejujuran, amanah, dan tanggung jawab. Oleh karena itu, integritas harus menjadi karakter dasar dalam setiap tindakan dan keputusan yang kita lakukan,” tegasnya.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Kepala BMBPSDM yang telah merealisasikan program ini melalui penyelenggaraan pelatihan e-Learning ASN Berintegritas dengan jumlah peserta yang disepakati mencapai 33.000 menjadi 42.000 ASN pada fase pertama,” ucap Menag.

Beliau mengungkapkan inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat budaya integritas di lingkungan Kementerian Agama, sekaligus menjadi fase awal dari upaya yang lebih luas untuk menjangkau seluruh ASN Kementerian Agama pada tahap-tahap berikutnya. “Dengan pendekatan pembelajaran berbasis digital, program ini tidak hanya memperluas akses pelatihan, tetapi juga memastikan bahwa nilai-nilai integritas dapat ditanamkan secara lebih sistematis dan berkelanjutan di seluruh unit kerja,” ungkapnya.

Menag juga mengapresiasi dalam penetapan sasaran peserta yang inklusif, termasuk melibatkan pegawai yang akan memasuki masa pensiun. Kebijakan ini menunjukkan bahwa penguatan integritas tidak berhenti pada masa aktif pengabdian sebagai ASN, tetapi diharapkan terus berlanjut dalam kehidupan bermasyarakat. “Dengan demikian, para pegawai yang memasuki masa purna tugas tetap dapat menjadi teladan dan duta nilai-nilai anti korupsi di lingkungan sosialnya, sehingga kontribusi mereka bagi penguatan budaya integritas tetap berlangsung bahkan setelah tidak lagi berada dalam struktur birokrasi,” tandasnya.

Hadir, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Wakil Menteri Agama Romo H. R. Muhammad Syafi'i, Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin, Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM Kemenag Ali Ramdhani, Para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kementerian Agama, Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian Agama, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Asisten Deputi Bidang Penguatan Kerja Kementerian PAN-RB Damayani Tyastianti, serta Direktur Teknologi dan Digitalisasi Pembelajaran Lembaga Administrasi Negara (LAN) Elly Fatimah.

Kegiatan juga diikuti secara daring oleh pimpinan satuan kerja Kemenag di seluruh Indonesia./RS


 

Tags:

Penulis
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
Pranata Humas Ahli Muda

Related Posts: