Ciputat (Pusbangkom MKMB)—Membangun birokrasi yang profesional tidak hanya ditentukan oleh capaian kinerja dan keberhasilan memenuhi target organisasi, tetapi juga oleh kemampuan aparatur menciptakan lingkungan kerja yang sehat, inklusif, dan bebas dari perilaku toksik. Semangat inilah yang diangkat dalam Webinar SERASI Seri X bertema MATAHARI (Manajemen Antitoksik ASN Harmonis dan Mandiri) yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB).
Webinar yang berlangsung secara daring dari kampus Pusbangkom MKMB, Ciputat, tersebut digelar bertepatan dengan momentum peringatan Hari Anak Nasional dan Hari Kewirausahaan. Tema yang diusung tidak hanya mengajak aparatur sipil negara (ASN) meningkatkan kualitas hubungan di lingkungan kerja, tetapi juga mendorong terciptanya keseimbangan antara profesionalisme sebagai pelayan publik dan tanggung jawab sebagai anggota keluarga.
Dalam keynote speech, Kepala Pusbangkom MKMB Musyarrafah Amin mengatakan bahwa birokrasi yang kuat lahir dari budaya kerja yang menghargai martabat manusia. Tekanan pekerjaan, tuntutan administrasi, konflik peran, hingga kelelahan emosional dapat memicu perilaku toksik apabila tidak dikelola dengan baik. “Dampaknya tidak hanya menurunkan motivasi dan kolaborasi di tempat kerja, tetapi juga memengaruhi keharmonisan kehidupan keluarga,” ujarnya di Ciputat, Selasa (28/7/2026).
Karena itu, lanjutnya, melalui gerakan MATAHARI, Pusbangkom MKMB mengajak ASN membangun karakter yang mampu menghadirkan manfaat, kehangatan, dan harapan, sebagaimana matahari yang memberi kehidupan tanpa membedakan siapa pun.
“Gerakan tersebut dibangun di atas tiga pilar utama, yakni manajemen antitoksik, pribadi harmonis, dan pribadi mandiri. Ketiga nilai tersebut dipandang sebagai fondasi penting dalam membentuk aparatur yang tidak hanya berkinerja tinggi, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional, integritas, dan ketahanan keluarga,” papar Musyarrafah.
Menurut Musyarrafah, melalui pilar manajemen antitoksik, ASN didorong untuk memulai perubahan dari diri sendiri dengan membangun kebiasaan melakukan evaluasi diri, menjaga komunikasi yang positif, serta menghindari budaya saling menyalahkan dan merendahkan rekan kerja. “Budaya kerja yang sehat diyakini akan melahirkan organisasi yang lebih adaptif, kolaboratif, dan inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan birokrasi,” ungkapnya.
Sementara itu, nilai harmonis menekankan pentingnya membangun hubungan yang saling menghargai, baik di lingkungan kerja maupun di dalam keluarga. ASN didorong untuk mengedepankan dialog, kolaborasi, serta menghadirkan perhatian yang utuh kepada keluarga sebagai ruang pertama pembentukan karakter generasi penerus. “Adapun aspek kemandirian dimaknai sebagai kemampuan bekerja berlandaskan integritas, disiplin, dan kesadaran, sekaligus memiliki ketahanan ekonomi keluarga agar dapat menjalankan tugas secara optimal tanpa tekanan yang berlebihan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Musyarrafah juga menyampaikan sejumlah langkah praktis yang dapat diterapkan ASN, antara lain membangun batas yang sehat antara kehidupan kerja dan keluarga, menghadirkan perhatian penuh ketika bersama keluarga, serta menjadi teladan dalam kejujuran, kedisiplinan, dan sikap santun. “Nilai-nilai tersebut diyakini menjadi modal penting dalam menciptakan pelayanan publik yang berintegritas sekaligus membangun ketahanan keluarga ASN,” tandasnya.
Melalui penyelenggaraan Webinar SERASI Seri X, Pusbangkom MKMB berharap lahir kesadaran kolektif bahwa transformasi birokrasi tidak hanya bertumpu pada sistem dan regulasi, melainkan juga pada perubahan perilaku setiap aparatur. Dengan menghadirkan budaya kerja yang sehat, lingkungan yang saling mendukung, dan keluarga yang harmonis, ASN diharapkan mampu menjadi teladan yang membawa manfaat bagi organisasi, masyarakat, dan generasi mendatang.
Webinar SERASI seri X menghadirkan narasumber Dokter Fungsional Ahli Madya pada Unit Transfusi Darah Pembina Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan Fitriah Zainudin, Widyaiswara Ahli Madya Pusbangkom MKMB Neneng Maria Kiptyah, dan Widyaiswara Ahli Madya Pusbangkom SDMPK Mukhammad Nailil Fijar./RS
