Ciputat (Pusbangkom MKMB)—Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) kembali menyelenggarakan Webinar SERASI (Seminar Rutin untuk ASN Inspiratif) Seri 8 dengan tema “Refleksi Hari Kebangkitan Nasional: Merawat Semangat Persatuan di Tengah Keberagaman”. Kegiatan ini digelar secara daring dari Kampus Pusbangkom MKMB dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026.
Kepala Pusbangkom MKMB, Musyarrafah Amin dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali nilai-nilai persatuan dan kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Tema ini mengandung pesan yang sangat mendalam bagi kita semua. Indonesia adalah bangsa besar yang dibangun di atas keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, dan cara pandang. Keberagaman ini bukan penghalang, melainkan kekuatan dan identitas bangsa Indonesia,” ujarnya secara daring, Selasa (26/5/2026).
Ia menegaskan bahwa semangat persatuan harus terus dirawat melalui kesadaran, kepedulian, dan sikap saling menghargai antarsesama. “Komitmen bersama dalam menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat dan berbangsa menjadi fondasi utama dalam mempertahankan keutuhan bangsa,” tegas Kapus.
Dalam kesempatan tersebut, Kapus Musyarrafah juga menekankan peran strategis Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di lingkungan Kementerian Agama, sebagai perekat sosial dan penjaga harmoni bangsa.
“Sebagai ASN, kita memiliki posisi strategis dalam menjaga persatuan bangsa. ASN harus hadir sebagai perekat sosial, menghadirkan pelayanan yang adil, inklusif, serta menjunjung tinggi nilai kebinekaan,” katanya.
Kapus menambahkan, di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, tantangan dalam menjaga persatuan semakin kompleks. “Oleh karena itu, diperlukan semangat kolaborasi dan sikap terbuka terhadap perbedaan agar keberagaman dapat menjadi kekuatan positif dalam membangun bangsa, “imbaunya.
Di akhir sambutannya, Kapus Musyarrafah mengajak seluruh peserta untuk menjadikan keberagaman sebagai modal utama dalam membangun Indonesia yang harmonis, maju, dan berdaya saing.
“Marilah kita bersama-sama memperkuat semangat kebangsaan dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun Indonesia yang harmonis,” pungkasnya.
Webinar menghadirkan Ketua Asosiasi Profesi Widyaiswara Kementerian Agama, Asmahan, sebagai keynote speaker. Dalam sambutannya, Asmahan menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar momentum historis, tetapi juga pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus merawat persatuan di tengah keberagaman Indonesia.
“Para pendiri bangsa telah memberikan teladan tentang pentingnya mengesampingkan perbedaan demi cita-cita bersama. Meski berasal dari latar belakang, daerah, dan kepentingan yang berbeda, para founding fathers mampu bersatu untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” kata Asmahan.
Menurut Asmahan, para pendiri bangsa menyadari bahwa kemerdekaan tidak akan tercapai apabila rakyat terus terpecah. “Mereka memahami bahwa perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh,” ujarnya.
Asmahan juga menyoroti tantangan persatuan bangsa di era digital yang semakin kompleks. Jika dahulu ancaman datang dalam bentuk penjajahan fisik, maka saat ini tantangan hadir melalui intoleransi, penyebaran hoaks, polarisasi sosial dan politik, hingga menurunnya rasa saling percaya di tengah masyarakat.
Ia menilai media sosial kerap menjadi ruang pertentangan dan penyebaran kebencian apabila tidak digunakan secara bijak. “Karena itu, semangat kebangkitan nasional perlu dimaknai kembali sebagai semangat menjaga persatuan kebangsaan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Asmahan menekankan pentingnya peran ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang ASN. ASN, lanjutnya, bukan sekadar profesi, melainkan pelayan masyarakat sekaligus wajah negara di tengah publik.
“ASN memiliki posisi strategis dalam menjaga persatuan. Masyarakat melihat negara melalui pelayanan yang kita berikan, maka ASN tidak boleh menjadi bagian dari perpecahan,” paparnya.
Ia juga mengaitkan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dengan upaya memperkuat persatuan nasional, khususnya nilai harmonis dan kolaboratif. “Perbedaan harus dikelola dengan sikap saling menghormati serta membangun lingkungan kerja yang inklusif, bebas diskriminasi, dan mengedepankan kerja sama lintas sektor maupun lintas generasi,” jelas Asmahan.
Selain itu, Asmahan mengingatkan bahwa tantangan birokrasi saat ini tidak lepas dari ego sektoral, hambatan komunikasi, dan kecenderungan saling menyalahkan. Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, maka pelayanan publik akan terganggu dan semangat kolaborasi sulit terwujud.
“ASN masa kini harus mampu bekerja lintas batas, tidak merasa paling benar sendiri, tetapi membangun semangat gotong royong demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh ASN untuk bijak menghadapi era digital dan fenomena post-truth yang memungkinkan informasi tidak tervalidasi lebih mudah dipercaya dibanding fakta. “Kondisi ini dapat mengancam persatuan bangsa apabila tidak disikapi dengan literasi digital yang baik dan penguatan karakter kebangsaan,” ungkapnya.
Terakhir, Asmahan mengajak seluruh peserta webinar untuk menjadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum refleksi dan penguatan komitmen dalam menjaga persatuan Indonesia.
“Mari kita bangun birokrasi yang humanis, budaya kerja yang harmonis, serta pelayanan publik yang adil dan inklusif. Indonesia tidak dibangun oleh satu golongan saja, tetapi oleh kebersamaan,” tandasnya.
Webinar SERASI Seri 8 diikuti oleh ASN dan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan dapat menyimak live streaming melalui YouTube Pusbangkom MKMB. Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi mengenai penguatan nilai kebangsaan, moderasi beragama, serta peran ASN dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Melalui kegiatan ini, Pusbangkom MKMB berharap dapat memperkuat wawasan kebangsaan, meningkatkan profesionalisme ASN, sekaligus menumbuhkan komitmen bersama untuk terus merawat nilai-nilai moderasi beragama dan persatuan nasional.
Turut hadir pada pembukaan, Kabag TU Nilam Nur Azizah. Webinar menghadirkan narasumber, Kepala BDK Denpasar Saprillah, Direktur Eksekutif Yayasan Jaringan Kerja Antarumat Beragama Wawan Gunawan, dimoderatori Widyaiswara Pusbangkom MKMB Moh. Tahmid, dan MC dari Widyaiswara Pusbangkom MKMB Devi Yonesi./RS
