Kubu Raya (Pusdiklat Tenaga Administrasi)--- Sebanyak tiga puluh peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVI Tahun 2023 pada Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama mengunjungi Kalimantan Barat. Mereka melakukan studi lapangan, mulai 8-11 Agustus 2023.
Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya menjadi tujuan lokus visitasi yang dilakukan. “Visitasi ini merupakan rangkaian dari kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II,” ungkap ketua rombongan visitasi Kabupaten Kubu Raya Suja’i, Rabu (9/8/2023).
Rombongan disambut langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Amini Maros. “Salam menanjak,”sambutnya. Amini Maros mengungkapkan heterogennya Kalimantan Barat lebih dari 17 suku dan 6 agama lengkap, dan rasa Syukur beragamnya suku dan agama tidak terjadi konflik, berkat kepemimpinan Bupati Kubu Raya, juga berkat kerjasama dengan kementerian Agama dan stakeholder terkait lainnya saling hidup Bersama. “Kunci sukses kerukunan antara lain memelihara kerukunan, saling berkordinasi dalam kegiatan instansi vertikan, membangun dan melestarikan keharmonisan, saling pengertian, saling menghormati dan saling percaya antar umat beragama dan membina dan berkordinasi dengan pimpinan perangkat daerah, sehingga tidak pernah terjadi gesekan antar umat beragama,”ungkapnya.
Dalam hal ini, tambahnya, peran pemerintah daerah adalah merawat kerukunan umat beragama dengan mengedepankan dialog, meningkatkan partisipasi, meningkatkan pemahaman beragama, pencegahan berita hoaks dan menanamkan nilai persatuan dan kesatuan.
“Di samping itu untuk merawat kerukunan umat beragama adalah dengan kesediaan menerima perbedaan, membiarkan orang lain mengamalkan ajarannya, dan kemampuan menerima perbedaan serta ikut menikmati kekhusyu’an dalam mengamalkan ibadah agama lainnya,”tandasnya.
Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengartikan Salam Menanjak sebagai berdaya juang dan progresif agar perspektif lebih luas. Ini sesuai dengan quote Kabupaten Kubu Raya “Keberagaman adalah kebahagiaan”, isu-isu yang diangkat adalah mengejar ketenangan, karena heterogen maka kekerabatan tinggi,”terangnya.
“Semua kabupaten lain ada di sini, petani, peternak, pedagang semua ada di Kubu Raya. Pemekaran bukan eforia namun kebutuhan, sadar betul bahwa pelayanan sebagai upaya untuk membangun pelayanan publik mulai dari kelahiran, administrasi kependudukan,”jelas Muda Mahendrawan.
Menurutnya Inovasi di Kubu Raya terkait pelayanan diantaranya, akte kelahiran dengan ukuran jam, tanpa biaya dan cukup selesai di Puskesmas, berobat gratis untuk selurh warga dengan KTP Kubu Raya, tanpa melihat etnis dan agama.
“IMB seluruh agama disamakan dan diutamakan dalam pelayanannya, sebab sensitif maka sadar untuk didatangi semua pengajuan tanpa melihat agama apa yang diajukan,”tegasnya.
Dalam kesempatan ini beliau juga menyinggung mengenai beragama di Kubu Raya. “Dibangun terlebih dahulu mindest beragama bagi seluruh umat beragama, prinsip transparansi menjadi modal kepercayaan sehingga menjadi gerbang inovasi,”terangnya.
“Gerakan-gerakan perberdayaan lainnya termasuk pemberdayaan perempuan, dalam muslembang anak, perempuan dan disabilitas, sehingga lebih melihat generasi atas kerentangan rumah tangga. Penguatan keluarga terbangun dan tanpa tersekat sekat dalam problem perbedaan,”tutupnya.
PKN Tingkat II Angkatan XVI di tahun 2023 diikuti oleh 60 orang yang terdiri dari 49 JPT Pratama Kementerian Agama, dan 11 orang dari K/L lain yang ditetapkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN), terdiri dari 3 (tiga) orang Kementerian Sosial, 6 (enam) orang dari Polri, dan 2 (dua) orang dari Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Pelatihan dilaksanakan secara blended (perpaduan antara klasikal dan non-klasikal, dimana non-klasikal diselenggarakan secara syncronous dan asyncronous dengan menggunakan LMS Balitbang Diklat Kementerian Agama. Pelatihan dimulai tanggal 12 Juni 2023 dan berakhir tanggal 26 Oktober 2023. “Strategi Penguatan Toleransi Beragama dalam Mewujudkan Umat yang Rukun dan Sejahtera” tema yang diusung pelatihan PKN kali ini./Siti Kusriyah
