Perkuat Perencanaan SDM, Penyusunan Program Pelatihan Berbasis Data dan Kebutuhan Stakeholder

Bagikan artikel ini:
Perkuat Perencanaan SDM, Penyusunan Program Pelatihan Berbasis Data dan Kebutuhan Stakeholder
Berita

Kepala Pusbangkom MKMB, Musyarrafah Amin pada Sinkronisasi dan Harmonisasi Pengembangan Kompetensi Jabatan Fungsional di Tangerang Selatan Banten, Jumat malam (7/11/2025).

Serpong (Pusbangkom MKMB)---Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Musyarrafah Amin menyampaikan sejumlah arahan strategis untuk penyusunan program pelatihan jabatan fungsional ke depan. ”Setiap program harus disusun dari data terkini, bukan sekadar menyalin program tahun sebelumnya,” ujarnya saat memberikan arahan pada penutupan  Sinkronisasi dan Harmonisasi Pengembangan Kompetensi Jabatan Fungsional di Swiss-Belhotel Serpong, Tangerang Selatan Banten, Jumat malam (7/11/2025). Kegiatan diikuti 45 orang peserta terdiri dari Kepala dan perencana Balai Diklat Keagamaan (BDK) dan Loka Diklat Keagamaan (LDK), Pegawai/pejabat fungsional lainnya pada Balai Diklat Keagamaan dan Loka Diklat, Pegawai/pejabat fungsional Pusbangkom MKMB dan Pegawai/pejabat fungsional pada Biro Umum.

 

Menurut Kapus Musyarrafah, perencanaan pengembangan kompetensi ASN harus berbasis data dan kebutuhan stakeholder, dalam hal ini pemangku jabatan fungsional baru. “Dengan demikian, merumuskan program kegiatan harus dapat menjawab kebutuhan nyata lembaga dan instansi terkait. Pusbangkom dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) harus memperhatikan dan mensupport kebutuhan fungsional baru yaitu pelatihan dasar bidang jabatannya sebelum  melaksanakan tugas dan fungsi di unit kerjanya masing-masing serta mendukung penyusunan program yang relevan,” terangnya.

Untuk itu, lanjutnya, para kepala balai diklat diminta menjadikan Rencana Strategis (Renstra) dan Program Kerja (Perkin) yang telah ditetapkan sebagai acuan utama dalam merumuskan kegiatan.

Kapus Musyarrafah juga berbagi data kuantitatif untuk perencanaan SDM. Beliau mencontohkan, ada 627 CPNS dan 88 PPPK yang berkecimpung di bidang pengadaan Barang/Jasa. “Data tersebut menjadi basis penyusunan program pelatihan selanjutnya,” katanya.

Beliau mengimbau, semua kebutuhan fungsional baru sebaiknya sudah masuk dalam perencanaan program sebagai langkah awal sebelum  bersangkutan menduduki jabatannya, dengan tetap berorientasi pada data dan kebutuhan nyata organisasi.

Lebih lanjut, Musyarrafah menekankan komitmen dan integritas dalam bekerja. “Keterbukaan dan kerja sama adalah kunci utama dalam penyusunan program kegiatan di organisasi,” tegasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya komunikasi terbuka dalam tim.

Ia menegaskan agar setiap pegawai bekerja terencana, akuntabel, terukur dan terstruktur  untuk menjemput kebutuhan stakeholder. “Harapan besar sebagai pelayan pemangku kepentingan harus menjadi motivasi utama. “Mari  bersama-sama menjalankan amanah sesuai dengan tugas dan fungsi Kita, sehingga apa yang menjadi tujuan Pusbangkom MKMB dapat terwujud,” pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan ini Ketua Tim Kerja Penyelenggaraan Pelatihan Teknis Administrasi dan Fungsional Amik Tri Istiami. /RS

Tags:

Penulis
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
Pranata Humas Ahli Muda

Related Posts: