Penyamaan Persepsi Akreditasi Kuatkan Mutu Latsar dan PKP Lebih Terstandar

Bagikan artikel ini:
Penyamaan Persepsi Akreditasi Kuatkan Mutu Latsar dan PKP Lebih Terstandar
Berita

Penyamaan Persepsi Akreditasi Latsar di Pusbangkom MKMB Ciputat, Senin (29/6/2026).

Ciputat (Pusbangkom MKMB)---Upaya menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pelatihan aparatur terus diperkuat Kementerian Agama melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB). Salah satunya dilakukan melalui Rapat Penyamaan Persepsi Akreditasi yang melibatkan lima Balai Diklat Keagamaan (BDK) dan Loka Diklat Keagamaan (LDK) sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) penyelenggara pelatihan di lingkungan Kementerian Agama. Lima UPT yang dimaksud adalah BDK Aceh, BDK Makassar, BDK Papua, LDK Lampung, dan LDK Pekanbaru.

Kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk memastikan seluruh UPT memiliki pemahaman yang sama dalam memenuhi standar akreditasi, khususnya untuk Pelatihan Dasar (Latsar) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP). Langkah ini dinilai penting agar proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi aparatur berjalan sesuai standar mutu yang ditetapkan.

Kepala Pusbangkom MKMB, Musyarrafah Amin, menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar proses administratif, melainkan instrumen untuk memastikan kualitas penyelenggaraan pelatihan tetap terjaga dan terus meningkat.

“Pusbangkom MKMB memiliki peran strategis sebagai pembina mutu yang bertugas mengawal kesiapan UPT sebelum asesmen lapangan dilakukan. Mulai dari pemenuhan dokumen, penguatan sistem penjaminan mutu, hingga strategi mempertahankan capaian akreditasi yang telah diraih,” ujarnya di Ciputat, Senin (29/6/2026).

Menurut Kapus, akreditasi adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga kualitas layanan pengembangan kompetensi. “Yang sudah berada pada predikat sangat baik harus mampu mempertahankan, sementara yang masih pada tahap memuaskan perlu terus berbenah dan memperkuat strategi peningkatan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya inovasi di tengah keterbatasan anggaran, agar aktivitas pengembangan kompetensi di UPT tetap berjalan dinamis dan memberi dampak nyata bagi penguatan kapasitas aparatur.

“Melalui forum ini, setiap UPT diharapkan dapat saling berbagi praktik baik, menyamakan langkah, dan memperkuat komitmen dalam membangun ekosistem pelatihan yang unggul, adaptif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Penguatan akreditasi menjadi bagian dari komitmen Pusbangkom MKMB dalam memastikan seluruh proses pengembangan kompetensi ASN Kementerian Agama tidak hanya memenuhi standar formal, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan transformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Turut hadir dalam rapat, Kabag TU Nilam Nur Azizah, lima para Kepala BDK dan LDK, dan Ketua Tim Kerja Penjaminan Mutu Farida Ishak. /RS

Tags:

Penulis
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
Pranata Humas Ahli Muda

Related Posts: