Bandung (Pusbangkom MKMB)---Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI menggelar Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXX Tahun 2026. Berlangsung dengan metode blended learning sejak 4 Agustus hingga 4 Desember 2026, pelatihan ini mengusung tema besar "Strategi Kepemimpinan Adaptif dalam Penguatan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan Berbasis Ekoteologi."
Sebagai salah satu tahapan krusial, agenda Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) menerjunkan para peserta untuk menyelami praktik terbaik (best practices) secara langsung di lapangan. Salah satu lokus strategis yang dipilih adalah Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.
Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Keagamaan (Pusbangkom SDMPK), Mastuki, secara langsung mendampingi 15 orang peserta menjelajahi dinamika tata kelola Pemprov Jawa Barat.
Dalam VKN di Jawa Barat, para peserta mendalami subtema spesifik: "Kepemimpinan Adaptif dalam Menguatkan Tata Kelola Layanan Publik Berbasis Cinta."
Mastuki menegaskan bahwa VKN bukan sekadar agenda kunjungan formalitas atau studi banding biasa. “Kegiatan ini dirancang sebagai instrumen penggalian pengalaman empiris agar calon-calon pemimpin strategis birokrasi mampu mengidentifikasi keunggulan kompetitif (competitive advantages) daerah dan mendilutasikannya ke dalam kebijakan nasional,” ujarnya di Bandung, Jumat (25/9/2026).
Menurut Mastuki, pemerintah Provinsi Jawa Barat dipilih karena rekam jejak dan keunggulannya dalam melahirkan inovasi pelayanan publik. “Kami ingin para peserta menyerap esensi kepemimpinan adaptif di sini, bagaimana nilai tata kelola yang responsif, inklusif, dan berlandaskan rasa cinta kemanusiaan diimplementasikan secara nyata kepada masyarakat," jelasnya.
Di tengah disrupsi global dan kompleksitas tata kelola pemerintahan, tambah Mastuki, kepemimpinan birokrasi tak lagi cukup sekadar mengandalkan kekakuan administratif. “Pendekatan humanis yang menempatkan manusia dan kelestarian lingkungan sebagai pusat pelayanan publik kini menjadi imperative,” tandasnya.
Selama agenda VKN, 15 peserta yang didampingi Coach Achmad Nidjam terlibat aktif dalam diskusi interaktif, observasi lapangan, hingga refleksi pembelajaran. Hasil temuan empiris dari Tanah Pasundan ini nantinya dirumuskan menjadi naskah kebijakan (Policy Brief) sebagai kontribusi pemikiran strategis bagi transformasi birokrasi Kementerian Agama dan instansi terkait.
“Melalui sinergi antar lokus ini, para peserta diharapkan tidak hanya membawa pulang catatan teori, tetapi juga spirit kepemimpinan yang adaptif, berwawasan ekoteologi, serta berorientasi pada penguatan kerukunan umat dan nilai-nilai kemanusiaan murni dalam setiap helai kebijakan publik,” pungkasnya.
Selain Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, agenda VKN PKN Tingkat II Angkatan XXX ini juga menerjunkan kelompok peserta lainnya ke tiga lokus unggulan lain di wilayah Jawa Barat, yaitu Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Pemerintah Kabupaten Kuningan, dan Pemerintah Kota Bogor./RS
