Mengisi Kemerdekaan dengan Kebaikan, Pusbangkom Kemenag Perkuat Semangat Pengabdian dan Doa

Bagikan artikel ini:
Mengisi Kemerdekaan dengan Kebaikan, Pusbangkom Kemenag Perkuat Semangat Pengabdian dan Doa
Berita

Pembinaan Pegawai Pusbangkom oleh Kepala Badan (Kaban) Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani di Ciputat, Minggu (16/8/2026).

Ciputat (Pusbangkom MKMB)—Kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai kebebasan. Lebih dari itu, kemerdekaan menjadi ruang untuk menghadirkan kebaikan, memperbaiki diri, dan memperkuat pengabdian kepada bangsa.

Pesan tersebut mengemuka dalam pembinaan pegawai yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) dan Pusat Pengembangan Kompetensi   Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Keagamaan (Pusbangkom SDMPK) Kementerian Agama di Ciputat.

Pembinaan disampaikan Kepala Badan (Kaban) Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan zikir dan doa bersama di Masjid As-Salam Semanggi, Ciputat.

Muhammad Ali Ramdhani mengatakan rasa syukur atas kemerdekaan semestinya tidak berhenti pada ucapan. Syukur, menurutnya, perlu diwujudkan melalui khidmat dan pengabdian yang terus membaik.

“Syukur bukanlah sekadar lapal yang diucapkan, tidak sekadar berhenti pada ruang pemikiran, apalagi ruang penghayatan. Syukur yang sesungguhnya adalah ketika seseorang mampu mengekspresikannya melalui khidmat yang lebih baik,” ujarnya di Ciputat, Minggu (16/8/2026).

Menurut Kaban Dhani, sapaan akrabnya, kemerdekaan memberikan ruang kebebasan bagi setiap warga negara untuk melakukan kebaikan. Namun, kebebasan tersebut tetap harus dijalankan dalam koridor kehidupan sosial, nilai, dan aturan yang berlaku.

Ia mengingatkan, kemerdekaan tidak seharusnya dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas. Setiap kebebasan, termasuk dalam menyampaikan pendapat dan menjalankan kewenangan, harus disertai tanggung jawab.

“Kemerdekaan adalah ruang kebebasan bagi kita bersama untuk melakukan sesuatu yang baik. Koridornya adalah kebaikan,” katanya.

Kaban Dhani mengajak seluruh pegawai untuk tidak hanya berupaya menjadi pribadi yang baik, tetapi juga memiliki keberanian untuk menegakkan kebenaran. “Namun, kebenaran tetap harus disampaikan dengan cara yang baik tanpa merendahkan martabat orang lain,” pesannya.

Baginya, keberanian mengingatkan ketika terjadi kekeliruan merupakan bagian dari tanggung jawab yang bisa dijalankan secara bijaksana, dengan tetap menjaga harga diri dan kemuliaan sesama.

Pesan tersebut sekaligus menjadi ajakan untuk memulai perubahan dari lingkungan terdekat. Sebelum menuntut orang lain untuk berubah, setiap individu perlu terlebih dahulu melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap dirinya sendiri.

Kaban Dhani menekankan pentingnya memulai perbaikan dari hal-hal kecil, dari diri sendiri, dan dilakukan sekarang. Menurutnya, langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten akan menjadi fondasi bagi tumbuhnya kebaikan yang lebih luas.

“Kita awali dari ruang ini sendiri. Mulailah dari hal yang terkecil, dimulai dari diri sendiri, dan dimulai sekarang,” ajaknya.

Selain memperkuat semangat perbaikan diri, pembinaan tersebut juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara doa dan ikhtiar. Dhani mengingatkan bahwa setiap pekerjaan dan pengabdian perlu diniatkan sebagai bagian dari ibadah kepada Tuhan.

Ia mencontohkan prinsip ora et labora, yang dimaknai sebagai perpaduan antara doa dan bekerja. Doa menjadi pengantar ikhtiar, sementara ikhtiar merupakan wujud nyata dari kesungguhan dalam mewujudkan tujuan.

“Doa tanpa ikhtiar adalah sebuah kesia-siaan, sama halnya dengan ikhtiar tanpa doa,” tuturnya.

Semangat tersebut kemudian diwujudkan dalam zikir dan doa bersama sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Doa dilangitkan sebagai ikhtiar batin untuk memohon agar bangsa Indonesia tetap berada pada jalan yang benar, mampu membangun peradaban yang lebih baik, serta para pemimpinnya diberi kekuatan dalam menjalankan amanah.

Bagi insan Pusbangkom, peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk tidak sekadar mengenang perjuangan para pendahulu. Kemerdekaan perlu terus diisi melalui kerja nyata, peningkatan kompetensi, dan pengabdian yang menghadirkan manfaat.

Dalam kesempatan ini, Dhani pun mengajak seluruh pegawai menjadikan momentum kemerdekaan sebagai penguat semangat untuk bersama-sama membangun kebaikan. Pengembangan kompetensi dan perbaikan kualitas diri, menurutnya, merupakan bagian dari cara mengisi kemerdekaan sesuai amanat bangsa.

“Mari kita mengisi kemerdekaan ini melalui pengembangan kompetensi. Isi Republik ini dengan segala kebaikan,” pungkasnya./RS

Tags:

Penulis
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
Pranata Humas Ahli Muda

Related Posts: