Menag Tutup Secara Resmi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXII Tahun 2022

Bagikan artikel ini:
Menag Tutup Secara Resmi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXII Tahun 2022
Berita

Penutupan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXII Tahun 2022 oleh Gus Men di Harris Vertu Hotel Harmoni, Jl.Hayam Wuruk No.6 Jakarta Pusat pada Jumat (9/12/2022)

Jakarta (9 Desember 2022)--- Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXII Tahun 2022 yang mengusung tema "Strategi Penguatan Moderasi Beragama Untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan" yang berlangsung dari tanggal 9 Agustus 2022 akan berakhir pada hari ini, 9 Desember 2022.

Pembelajaran dilaksanakan secara Blended Learning yaitu metode pembelajaran yang dilakukan dengan memadukan jalur pelatihan klasikal dengan jalur pelatihan nonklasikal. Pembelajaran nonklasikal dilakukan melalui e-learning secara langsung (synchronous) dan tidak langsung (asynchronous) dari tempat kedudukan masing - masing peserta, sedangkan metode klasikal dilaksanakan di Pusdiklat Tenaga Administrasi  Kementerian Agama RI, Jl. Ir. H. Djuanda No. 37 Ciputat Tangerang Selatan.

Peserta pelatihan adalah 50 pejabat eselon II Kementerian Agama dan 10 Kementerian/Lembaga lainnya (KPK, Polri, pemerintah Kabupaten).

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hadir dan sekaligus menutup secara resmi pada Upacara Pelepasan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXII Tahun 2022 di
Harris Vertu Hotel Harmoni, Jl.Hayam Wuruk No.6 Jakarta Pusat pada Jumat (9/12/2022).

“Tema PKN ini sangat menarik, bahwa seringkali agama itu dianggap sebagai urusan subsider terhadap persoalan-persoalan kebangsaaan padahal agama itu urusan primer substantive diantara urusan-urusan kebangsaan yang lain,”ujar Menag.

“Indonesia yang memiliki banyak agama tentu banyak juga perbedaan yang dapat menimbulkan konflik jika tidak dapat mengolah perbedaan itu,”jelas Menag.

“Alhamdulillah selama ini Indonesia mampu mengelola urusan keagamaan dengan baik karena sampai sekarang Indonesia masih tetap utuh dan InsyaAllah selamanya,”harap Menag.

Dijelaskan Menag, moderasi beragama  bukan barang baru, salah satu komponen penting darir moderasi beragama adalah penerimaan budaya lokal.

Menag juga berharap jika suatu saat para peserta PKN II angkatan XXII menjadi pemimpin di eselon satu jadilah pemimpin yang tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan tetapi perbedaan itu dijadikan sumber kekuatan dan justru akan melahirkan inovasi, perubahan, karya dan legacy yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

“Selesai dari sini mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan mencapai tujuan di organisasinya masing-masing sesuai dengan tugas dan fungsinya serta mencegah terjadinya segala bentuk korupsi dan penyelewengan,”tandas Menag.

Sementara dalam laporannya Kepala Badan (Kaban) Litbang Diklat Kemenag RI Prof. Amien Suyitno melaporkan jumlah kelulusan peserta.

“Ada yang lulusnya memuaskan dan ada yang lulusnya sangat memuaskan. Di luar itu, masih ada kelulusannya yang ditunda dan ada satu orang yang dinyatakan tidak lulus karena tidak bisa mengikuti pelatihan sampai selesai,”kata Kaban.

Kaban Suyitno juga mengatakan mandatori pelaksaan PKN ini merupakan bagian penting dari proses yang harus dilalui Pusdiklat Tenaga Administrasi  ke depannya yang akan melaksanakan PKN mandiri setelah tentu saja mendapat akreditasi dari LAN.

Kaban Suyitno juga mengharapkan Balitbangdiklat Kemenag dalam waktu dekat akan melaksanakan PKN secara mandiri.

“Terimakasih kepada semua pihak dan peserta yang sangat luar biasa yang telah berpartisipasi dalam pelatihan ini dari awal hingga selesai,”tutup Kaban.

Kepala LAN diwakili oleh Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN, Dr. Muhammad Taufiq, DEA melaporkan lima peserta istimewa yaitu Kastolan, S.Pd., M.Si,  H. Musta'in Ahmad, S.H., M.H, Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd, Prof. Dr. Moh. Isom, M.Ag dan Dr. H. Adib M.Ag.

Beliau juga mengatakan PKN II yang didesign dengan pembelajaran kepemimpinan tidak hanya sekedar menghasilkan  kertas tetapi menghasilkan proyek perubahan, inovasi, bahkan ada yang masuk penghargaan PBB, ada yang menjadi proyek percontohan dan penghargaan dari Kementerian PAN RB sehingga diharapkan  kehadiran proyek perubahan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Hadir juga dalam kesempatan ini Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar Ali dan Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi Syafi’i. /RS

Tags:

Penulis
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
Pranata Humas Ahli Muda

Related Posts: