Membangun Kepemimpinan yang Sehat dengan Menggali Penyakit Hati dan Solusinya

Bagikan artikel ini:
Membangun Kepemimpinan yang Sehat dengan Menggali Penyakit Hati dan Solusinya
Berita

Kultum PKA angkatan XVII di Masjid Al Ikhlas Pusbangkom MKMB Ciputat, Senin (14/4/2024).

Ciputat (Pusbangkom MKMB)---Betapa pentingnya menjaga kesehatan hati dalam setiap aspek kehidupan, terutama dalam mengemban amanah kepemimpinan.

Hal tersebut dikemukakan salah satu peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XVII Kabid PAIS Kantor Wilayah  Kementerian Agama Jawa Timur Amak Burhanudin saat memberikan kuliah tujuh menit (kultum) ba’da subuh dengan tema “Penyakit Hati dan Cara Mengatasinya” pada rangkaian kegiatan PKA angkatan XVII di Masjid Al Ikhlas Pusbangkom MKMB Ciputat, Senin (14/4/2024).  

“Hati manusia dapat terjangkiti oleh berbagai penyakit berbahaya seperti riya’ atau keinginan untuk dipuji, marah yang meledak-ledak, lalai dan lupa terhadap hal-hal yang seharusnya menjadi prioritas, was-was yang menjerumuskan dalam keraguan tanpa ujung, serta frustrasi yang membuat seseorang mudah menyerah dalam menghadapi tantangan,” jelas Amak Burhanudin yang mengutip pemikiran dari Hasan Muhammad As-Syarqawi dalam kitab Nahw 'Ilmiah Nafsi, yang membagi penyakit hati ke dalam sembilan jenis.

Selain itu, beliau juga menguraikan tentang ketamakan yang membutakan hati, keterperdayaan oleh gemerlap dunia, kesombongan yang mengerdilkan jiwa, hingga dengki dan iri hati yang meracuni hubungan antar sesama.

“Semua penyakit ini jika dibiarkan akan melemahkan karakter seorang pemimpin dan menjauhkan dari keberkahan hidup,” imbuhnya.

Tidak berhenti pada identifikasi masalah, Amak Burhanudin juga menawarkan jalan keluar melalui pendekatan yang sederhana namun sangat kuat yakni konsep lima S. “Lima S itu adalah selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah karuniakan, mengikuti sunnah Rasul sebagai pedoman hidup, mempererat silaturahim untuk memperkuat ikatan sosial, menanamkan kesabaran dalam setiap ujian, serta menyerahkan segala urusan kepada Allah dengan penuh tawakal setelah melakukan upaya terbaik,” paparnya.

“Kelima langkah ini bukan hanya dapat menyembuhkan hati, tetapi juga membangun fondasi kokoh dalam kepemimpinan yang sehat dan visioner,” pungkasnya menutup kultum.

Peserta mengikuti kegiatan ini dalam suasana tenang setelah salat subuh berjamaah. Semua menyimak dengan penuh perhatian, seolah setiap kalimat dari penceramah menjadi suntikan energi spiritual untuk membentuk karakter diri yang lebih baik. Kultum ba’da subuh ini bukan sekadar bagian dari jadwal pelatihan, melainkan sebuah momen yang menghidupkan ruh kepemimpinan sejati. Dalam balutan suasana subuh yang hening, peserta diajak untuk bercermin, memperbaiki niat, memperkuat tekad, dan membangun jiwa yang bersih sebagai pondasi untuk mengemban amanah di masa depan.

Seperti diketahui peserta PKA Angkatan XVII berjumlah 38 orang terdiri dari Kementerian Agama Pusat 8 orang, Kanwil Kementerian Agama Provinsi 21 orang dan PTKN 9 orang. Waktu pelaksanaan dari tanggal 27 Februari s.d 3 Juli 2025 dengan menggunakan metode blended learning melalui laman pjj.kemenag.go.id. 

(Indra Yadi dan Ratonggi)

 

Tags:

Penulis

Related Posts: