Sistem manajemen kepegawaian, setiap PNS masing-masing mempunyai peran yang sangat penting dalam merealisasikan pencapaian visi dan misi instansi terhadap program-program kegiatan di unit kerjanya dan bersama pimpinan serta seluruh stakeholder strategis melaksanakan program-program tersebut secara efektif dan efisien. Tugas ini menuntutnya memiliki kemampuan teknis yaitu kemampuan yang tekait dengan bidang pekerjaaanya terutama bidang administrasi.
Untuk membentuk sosok PNS tersebut di atas, penyelenggaraan Pelatihan Teknis Administrasi pada Pusdiklat Tenaga Administrasi bertujuan membekali peserta dengan kompetensi yang dibutuhkan unruk melaksanakan pekerjaannya dinilai tidak cukup. Sehingga diperlukan sebuah penyelenggaraan Pelatihan Teknis Administrasi yang adaptif dan inovatif, yaitu penyelenggaraan Diklat yang memungkinkan peserta mampu menerapkan kompetensi yang telah dimilikinya seiring dengan perkembangan kemajuan saat ini. Dalam penyelenggaraan Pelatihan Teknis Administrasi peserta dituntut untuk menunjukan kinerjanya dalam melaksanakan tugas-tugasnya, hingga menimbulkan hasil yang signifikan. Kemampuan menyelesaikan tugas dengan baik inilah yang kemudian menentukan keberhasilan peserta dalam memperoleh kompetensi yang ingin dibangun dalam penyelenggaraan Pelatihan Teknis Administrasi. Dengan demikian, pembaharuan Pelatihan Teknis Administrasi ini diharapkan dapat menghasilkan Alumni yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga mampu menunjukan kinerjanya, sehingga pengguna hasil pelatihan ikut merasakan dampak pelatihan dalam melaksanakan kinerjanya.
Terdapat 23 indikator pada evaluasi pasca pelatihan diantaranya: Alat bantu pembelajaran cukup interaktif sehingga memudahkan dalam memahami materi yang disampaikan, jadwal pembelajaran efektif dan efisien, materi pelatihan mudah dipahami, materi pelatihan relevan dengan pekerjaan, materi pelatihan bermanfaat bagi unit kerja, materi pelatihan mendukung kinerja, pengetahuan terkait substansi pelatihan meningkat, kemampuan teknis administratif meningkat, bekerja lebih disiplin, bekerja lebih giat, lebih mudah menerima perbedaan pendapat di tempat kerja, hasil pelatihan (knowledge sharing-diseminasi) kepada rekan kerja/atasan, dapat mengerjakan tugas/pekerjaan tepat waktu, menjadi lebih cepat terselesaikan, menguasai pekerjaan yang ditugaskan, semakin termotivasi kerja pekerjaan yang ditugaskan berjalan dengan baik, kompetensi meningkat, semakin mudah dalam melaksanakan tugas dan fungsi pekerjaan, peningkatan kompetensi yang dari pelatihan telah bermanfaant bagi unit kerja, hasil pelatihan mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik unit kerja, semakin banyak dilibatkan dalam pengambilan keputusan oleh Pimpinan, semakin mudah bekerjasama dengan anggota tim.
Adapun hasil survey dari masing-masing indikator langsung mengukur indek kepuasan pengguna. sebagai berikut: materi pelatihan bermanfaat bagi unit kerja, Materi pelatihan mendukung kinerja, dampak self assessment alumni juga berdampak pada pengguna/instansi unit kerja alumni diantaranya: bekerja lebih disiplin, bekerja lebih giat. menyampaikan hasil pelatihan (knowledge sharing-diseminasi) kepada rekan kerja/atasan, mengerjakan tugas/pekerjaan tepat waktu, pekerjaan dilakukan menjadi lebih cepat terselesaikan, lebih menguasai pekerjaan yang ditugaskan, termotivasi kerja, pekerjaan yang ditugaskan kepada berjalan dengan baik, kompetensi meningkat, semakin mudah dalam melaksanakan tugas dan fungsi pekerjaan, bermanfaant bagi unit kerja, mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, serta semakin mudah bekerjasama dengan anggota tim.
Hasil rata-rata skor di atas, tertinggi pada butir materi pelatihan bermanfaat bagi unit kerja/pengguna pelatihan sebesar 4.52. Sedangkan rata-rata skor terendah pada butir setelah mengikuti pelatihan, saya semakin banyak dilibatkan dalam pengambilan keputusan oleh pimpinan sebesar 3.96. Bisa diartikan bahwa pelatihan teknis administrasi yang diadakan oleh Pusdiklat Tenaga Administrasi bermanfaat bagi pengguna, namun kebermanfaatan bagi instansi pengguna, belum optimal sehingga alumni belum menjadi perhatian pimpinan satuan kerja masing-masing untuk dilibatkan dalam pengambilan keputusan.
Berdasarkan hasil survey disimpulkan penilaian responden dari skor total alumni dengan nilai rata-rata evaluasi pasca pelatihan teknis administrasi adalah 4,24 jika dikonversi menjadi 84,80, termasuk dalam kategori SANGAT BAIK. Namun, perlu diperhatikan bahwa ini hampir melewati batas bawah kriteria Sangat Baik. Oleh karena itu, organisasi perlu memperhatikan hasil butir-butir pertanyaan yang memiliki rata-rata skor di bawah rata-rata skor total. Sehingga, organisasi dapat melakukan tindak lanjut dan perbaikan terhadap komponen tersebut.
Kesimpulan bahwa indek kepuasan pengguna pelatihan pada Pusdiklat Tenaga Administrasi sudah sangat baik, namun belum mencapai target optimal, sehingga perlu memperhatikan Upaya tindak lanjut alumni pada instansi pengguna untuk banyak dilibatkan dalam pengambilan keputusan oleh pimpinan terkait pelatihan yang diikutinya.
Capaian perjanjian Kinerja Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi pada indek pengguna hasil pelatihan dicapai melalui pengukuran evaluasi pasca pelatihan dengan menyebarkan instrument/ kuesioner yang telah diisi oleh Alumni sebanyak 64 responden. Hasil survey secara keseluruhan degan nilai 4,24 dengan kualivikasi SANGAT BAIK, jika dikonversi menjadi 84,80. Maka capaian perjanjian kerja kapusdiklat dengan target 85,8% dan realisasi 84,80% dengan capaian 95,83%. SK.
