Kapus Syafi’i, Ciri – ciri ASN Moderat:Toleran, Anti Kekerasan, Akomodatif dengan Budaya Lokal dan Memiliki Komitmen Kebangsaan

Bagikan artikel ini:
Kapus Syafi’i, Ciri – ciri ASN Moderat:Toleran,  Anti Kekerasan, Akomodatif dengan Budaya Lokal dan Memiliki Komitmen Kebangsaan
Berita

Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Syafi'i saat menyampaikan materi Pembangunan Bidang Agama pada Pelatihan Karya Tulis Ilmiah kerjasama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat di Gedung Rektorat Kampus I Malang, Jumat (3/3/2023).

Malang (Pusdiklat Tenaga Administrasi)---Mengutip visi Kementerian Agama RI yaitu Kementerian Agama yang profesional dan terpercaya dalam membangun masyarakat yang soleh, moderat, cerdas dan unggul untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong, Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Syafi’i menekankan pada aspek membangun masyarakat yang soleh dan moderat.

 Dalam paparannya saat menyampaikan materi Pembangunan Bidang Agama pada Pelatihan Karya Tulis Ilmiah kerjasama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat yang berlangsung dari tanggal 27 Februari s.d 3 Maret 2023 di Gedung Rektorat Kampus I Malang  Syafi’i mengingatkan agar peserta sebagai Aparatur Sipil Negara turut serta menjaga keharmonisan dalam berbangsa dan bernegara dengan menjadi sosok yang soleh dan moderat.

 “Semua peserta adalah para fungsional Kementerian Agama, maka sudah seharusnya menjadi pribadi yang soleh dan moderat” katanya pada Jumat (3/3/2023).

 Menurut Syafi’i ciri-ciri ASN moderat adalah memiliki sikap toleran, anti terhadap kekerasan, akomodatif dengan budaya lokal dan memiliki komitmen kebangsaan. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa tidak boleh pemeluk agama mencaci ajaran agama lain seraya mengutip surat Al-An’am ayat 108 “Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan”

“Di Medsos masih ada narasi-nasrasi yang memaki-maki agama lain. Inilah bahayanya medsos” sesalnya.

Lebih lanjut di hadapan 30 peserta yang terdiri dari jabatan fungsional di lingkungan UIN Malang, ia menyampaikan moderasi menjadi kata kunci dalam bersikap. Tidak condong ke kiri dan tidak condong ke kanan tapi ada di pertengahan. Ia menyitir ungkapan Bahasa Arab yang popular “Sebaik-baik urusan adalah yang tengah-tengah (moderat)”. Komitmen kebangsaan harus terpatri betul dalam setiap sosok ASN karena dalam pandangan Syafi’i ASN itu sebagai perekat bangsa. Kecintaan terhadap bangsa dan negara diwujudkan dengan menjaga keharmonisan dalam berbagai aspek salah satunya menjaga keharmonisan umat beragama.

Di sesi akhir, ia mengajak seluruh peserta untuk bahu membahu mewujudkan visi Kementerian Agama terutama pada aspek mewujudkan pribadi yang soleh dan moderat. Tujuannya adalah mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong.

“Sebagai ASN Kementerian Agama mari kita menjadi pribadi-pribadi yang soleh dan moderat dengan harapan Indonesia menjadi bangsa yang taat beragama, rukun dan damai sehingga bisa mewujudkan Indonesia maju” tutupnya. /Dewa/RS

 



 

Tags:

Penulis
DEDEN WAHYUDIN, S.Fil.I.,M.Pd
DEDEN WAHYUDIN, S.Fil.I.,M.Pd
Asesor SDM Aparatur Ahli Muda
Editor
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
Pranata Humas Ahli Muda

Related Posts: