Indeks Pemanfaatan Hasil Pelatihan Tenaga Administrasi

Bagikan artikel ini:
Indeks Pemanfaatan Hasil Pelatihan Tenaga Administrasi
Berita

“Capaian Melampaui Target” 105,24%.

Pada siklus manajemen, pengukuran indeks pemanfaatan hasil pelatihan melalui evaluasi menjadi unsur yang sangat penting karena memiliki fungsi untuk memberikan feedback (umpan balik) terhadap tahap planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian) dan actuating (pelaksanaan) sebuah kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya. Melalui hasil yang diperoleh dari pengukuran ini diharapkan arah kebijakan yang telah dituangkan ke dalam berbagai program dan kegiatan dapat dilaksanakan dengan tepat dan benar untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi dan keinginan pengambil kebijakan.

Pengukuran indeks pemanfaatan hasil pelatihan pada Pusdiklat Tenaga Administrasi dapat diperoleh melalui evaluasi pasca pelatihan kepemimpinan administrator (PKA). Sebab pada pelatihan PKA terdapat oputput hasil aksi perubahan yang dilaksanakan dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang  yang secara umum sebagai kerangka berpikir dan bertindak melakukan suatu perubahan dalam mencapai tujuan dengan cara-cara inovatif dan memberikan dampak pemanfaatan yang lebih luas. Selain mengetahui dampak kebermanfaatan aksi perubahan juga untuk mengetahui seberapa jauh konsistensi pelaksanaan program dan kegiatan Pelatihan sesuai ketentuan yang telah diatur oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) selaku pembina Pelatihan Aparatur.

Pengukuran indek pemanfaatan hasil aksi perubahan dilakukan dalam rangka mendukung terwujudnya world class bureaucracy pada setiap instansi pemerintah yang diperlukan sosok pejabat administrator memiliki tanggung jawab memimpin pelaksanaan seluruh kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan serta pembangunan bagi keberlangsungan unit organisasi, yaitu dalam peningkatan kinerja unit organisasi yang dilakukan oleh pejabat pengawas dan pejabat pelaksana dalam memberikan pelayanan publik. Pelayanan publik yang dikelola dan dikendalikan dengan baik, merupakan bagian integral dari peningkatan kualitas kinerja unit organisasi.

Indeks pemanfaatan hasil pelatihan PKA  diukur melalui indikator keberlanjutan aksi perubahan yang dipengaruhi beberapa indikator diantaranya jabatan, pendukung, pengjambat dan phak yang paling menerima manfaat aksi perubahan serta manfaat pada perubahan perilaku.

Hasil survey yang disebarkan kepada 48 responden alumni dan mentor terdapat beberapa alumni ada yang dipromosikan, dimutasi dan masih dalam jabatan yang sama. Dari 5,88% karena promosi dan 11,7% pindah jabatan, menjadikan aksi perubahan terkendala dan menjadi hambatan keberlanjutan aksi perubahannya.

Selain faktor penghambat juga terdapat pendukung keberlanjutan dan kebermanfaatan aksi perubahan hasil survey menunjukan keberlanjutan aksi perubahan adalah nilai tertinggi dukungan mentor/atasan langsung 26,47%, selanjutnya dukungan atas keberlanjutan aksi perubahan adalah anggota tim yang terus berkomitmen untuk melanjutkan karena aksi perubahan 32,35. selain itu aksi perubahan dijadikan kegiatan rutin dan bermanfaat dalam menyelesaikan tugas dan fungsinya 23,53%. %, dan dukungan pemangku kepentingan 11,76%. Serta tak kalah penting juga adanya dukungan sarana prasarana yang memadahi sehingga aksi perubahan terus berlanjut. Adapun dukungan lainnya khusus tentang haji adalah adanya dukungan regulasi yang tercantum dalam UU No. 8 Tahun 2019 tentang PIHU dan PMA No. 13 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler.

Pihak yang paling menerima manfaat aksi perubahan dari hasil survey nilai tertinggi adalah unit kerja alumni 61,20%, selanjutnya pemangku kepentingan 20,39% dan organisasi secara umum 17,66%, artinya secara umum aksi perubahan memberi manfaat bagi organisasi sendiri maupun organisasi umumnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik dibawah ini

 

 

Kesimpulan hasil survey indek pemanfaatan hasil pelatihan pada seluruh indikator sebanyak 90,30% sedangkan target perjanjian kinerja Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi 85,80% maka capaian sebesar indek pemanfaatan hasil sebanyak 105,24%.

Pelatihan Kepemimpinan Administrator selain memiliki perubahan pada organisasi juga memiliki perubahan pada sikap dan perilaku diantaranya; 1) Kedisiplinan, keaktifan, dan kreativitas meningkat, 2) Setiap kegiatan yang dilaksanakan berorientasi pada proses dan hasil/output dan outcome yang jelas dan terukur, 3) penyelesaian tugas lebih bertanggungjawab, bersemangat, terbuka, rajin, dan kompak dalam tim, 4) menambah jejaring kerja, 5) digitalisasi pekerjaan, 6) perencanaan kinerja optimal dan pekerjaan dilaksanakan dengan SOP, 7) peningkatan pengawasan dan pengendalian kinerja pada satuan kerja, 8) peningkatan produktivitas dan komunikasi, 9) lebih banyak berinteraksi kepada teamwork, 10) peningkatan sinergitas dengan stakeholders, 11) pencapaian target kinerja organisasi meningkat, 12) terpenuhinya target realisasi anggaran dan pelaksanaan anggaran dan tidak ada temuan saat pemeriksaan BPK. /SK

Tags:

Penulis
Dr. SITI KUSRIYAH, S.Ag., M.Pd.
Dr. SITI KUSRIYAH, S.Ag., M.Pd.
Widyaiswara Ahli Madya

Related Posts: