Aksi Perubahan Harus Berdampak Nyata dan Berkelanjutan

Bagikan artikel ini:
Aksi Perubahan Harus Berdampak Nyata dan Berkelanjutan
Berita

Kaban Suyitno pada kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), di Ciputat, Kamis (2/5/2024).

Ciputat (Pusdiklat Tenaga Administrasi)--- “Pastikan aksi perubahan yang dibuat  berdampak before after-nya, termasuk cara berpikir atau mindset-nya juga harus diubah,” kata Kepala Balitbang Diklat Kementerian Agama RI, Suyitno saat memberikan sambutan pada pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XVI di Ciputat, Kamis (2/5/2024). 

“Aksi perubahan yang dibuat nanti harus yang berdampak, identifikasikan terlebih dahulu masalah di lembaganya  masing – masing lalu apa yang akan dilakukan untuk mengubah hal tersebut,”pesan Kaban.

"Karenanya, buatlah program-program yang berdampak nyata pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat luas untuk mewujudkan target yang ingin kita capai bersama," sambungnya.

Suyitno mengatakan  pihaknya kini tengah melakukan reformulasi pelatihan. Salah satunya dirancang dalam bentuk pelatihan yang berbasis masyarakat dan berkelanjutan.

 “Cara mengukur pelatihan yang bisa dirasakan masyarakat, yaitu dengan konsep corporate university. Karena berbasis coorporate, lalu pelatihan yang berdampak itu tidak selalu yang dibutuhkan oleh peserta pelatihan tetapi yang dibutuhkan oleh institusi,”pungkasnya.

 Pada kesempatan tersebut Kaban juga mengingatkan, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), substansinya adalah melayani masyarakat. Apa pun yang dilakukan, itu harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan hanya dirasakan oleh ASN itu sendiri.

“Selama ini  rutinitas kerja ASN hanya berdasarkan aturan, sementara yang diinginkan adalah not only based on regulation but also to outcomes,”tegasnya.

“Sesuai aturan itu tidak selalu berdampak,lanjut Kaban, makanya hati hati kalau hanya sekedar mengikuti aturan, “tutup Kaban.

 Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Syafi’i dalam laporannya mengatakan PKA membekali kompetensi manajerial yang dibutuhkan dalam memimpin unit kerja.

“Seorang pejabat administrator dituntut menjadi penggerak perubahan menuju perbaikan dalam layanan. Kuncinya ada pada inovasi yang tiada henti,”ujarnya.  

 Peserta PKA Angkatan XVI tahun 2024  berjumlah 40 orang pejabat administrator Kementerian Agama terdiri dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi 26 Orang (Kanwil Prov. 6 orang  dan Kankemenag 20) dan PTKN 14 Orang (UIN 12 dan IAIN 2).

PKA XVI berlangsung dari tanggal tanggal 18 Maret sampai 25 Juli  2024 menggunakan metode blended learning dengan narasumber Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi, Kepala Pusdiklat Bela Negara Kementerian Pertahanan, Deputi Bidang Kebijakan Kompetensi ASN LAN, Deputi Pembinaan Manajemen Kepegawaian BKN, Widyaiswara Pusdiklat Tenaga Administrasi dan Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan.

Hadir juga dalam kesempatan ini Kabag TU Pusdiklat Tenaga Administrasi Nilam Nur Azizah, Ketua Timker Penyelenggaraan Pelatihan Struktural dan Kepemimpinan Sri Mulyati, para Ketua Timker dan para widyaiswara. /RS

 

 

 

 

Tags:

Penulis
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
Pranata Humas Ahli Muda

Related Posts: