Sambut 2024, Pusdiklat Tenaga Administrasi Menyelenggarakan Kegiatan Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia

Bagikan artikel ini:
Sambut 2024, Pusdiklat Tenaga Administrasi Menyelenggarakan Kegiatan Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia
Berita

Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama menutup tahun 2023 dengan melaksanakan kegiatan Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia di Pusdiklat Tenaga Administrasi, Jumat (29/12/2023).

Ciputat (Pusdiklat Tenaga Administrasi)---Dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi untuk mewujudkan birokrasi yang dinamis, fleksibel dan berorientasi pada hasil yang mengedepankan profesionalitas, untuk itu Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama menutup tahun 2023 dengan melaksanakan kegiatan Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia di Pusdiklat Tenaga Administrasi, Jumat (29/12/2023).

Menurut Kepala Balitbang Diklat Suyitno yang didampingi Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi Syafi’i di awal sambutannya, kampus atau kantor tempat kita bekerja jadikan juga tempat refreshing sebagai rumah tempat kita tinggal  jadi harus bersih, indah dan nyaman.

“Jadi ketika widyaiswara memberikan materi kepada peserta akan langsung dengan cepat diterima dan dicerna. Tapi kalau tempat tidak mendukung, walaupun widyaiswaranya memiliki pengetahuan dan skill yang hebat akan percuma akan menjadi beban buat peserta,”ucap Kaban Suyitno.

Widyaiswara, menurut Kaban, umpama tanaman, selama ini kurang disiram, kurang dirawat sehingga mestinya tumbuh subur jadi biasa – biasa saja, kurang konviden padahal kalau dipupuk, dirawat, disiram akan menjadi seperti tanaman- tanaman yang luar biasa. Kaban mengharapkan para widyaiswara bisa berjejaring internasional untuk ke depannya sehingga bisa mengangkat nama Balitbang Diklat Agama.

“Untuk itu, harus dibenahi terlebih dahulu di dalamnya, orang – orangnya, penampakannya,”tandas Kaban.

Menyoroti langkah-langkah evaluatif dan inovatif Pusdiklat Tenaga Administrasi dalam mengembangkan program di tengah tantangan yang dihadapi oleh Kementerian Agama menurutnya, ada beberapa poin yang menjadi fokus strategis untuk meningkatkan citra dan kontribusi Kementerian Agama.

 "Tahun 2024, kita tidak boleh berada dalam zona nyaman, harus pandai membaca trend, berinovasi, tetapi tetap sesuai dengan pakem kita,”pesannya.

 “Tidak sampai di situ, lanjutnya, harus memastikan perencanaan program yang akan datang lebih baik lagi.

 Suyitno mengakui adanya kejenuhan dalam program. Ia mencatat bahwa Badan Litbang dan Diklat belum memiliki program yang menjadi ikon atau identitas utama. Moderasi Beragama Award yang dilaksanakan di Bandung lalu, menurut Suyitno, merupakan upaya Kementerian Agama untuk mendapatkan pengakuan, bukan hanya seremonial, tetapi juga diapresiasi oleh publik. “Hal ini terlihat dengan apresiasi dari luar kementerian, termasuk dari duta besar, kampus non-Kemenag, dan masyarakat umum. Ini membuktikan keberhasilan upaya kita dalam membangun citra positif,” pungkasnya.

“Saya melihat realitas program penguatan moderasi beragama selalu dilakukan dengan pola-pola yang konvensional seperti diklat, ToT, orientasi, dan sebagainya. Ini bisa menimbulkan kejenuhan, oleh karena itu, Balitbang Diklat harus memiliki ikon sebagai program tahunan dan program unggulan sebagai identitasnya,”tutupnya./RS

 

Tags:

Penulis
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
Pranata Humas Ahli Muda

Related Posts: