Pentingnya Kolaborasi untuk Wujudkan ASN Profesional

Bagikan artikel ini:
Pentingnya Kolaborasi untuk Wujudkan ASN Profesional
Berita

Forum Eksekutif Pengembangan Kompetensi ASN

Jakarta (Pusbangkom MKMB)---Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Musyarrafah Amin didampingi Kabag TU Nilam Nur Azizah hadiri Forum Eksekutif Pengembangan Kompetensi ASN di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. Pertemuan tersebut menegaskan kembali pentingnya sinergi lintas lembaga dalam penguatan kapasitas aparatur sipil negara.

Dalam sambutan pembuka, Kepala LAN, Muhammad Taufiq Dea, menyoroti perlunya kerja bersama yang terintegrasi demi mewujudkan ASN profesional dan berdampak bagi pembangunan nasional. “Pengembangan kompetensi tidak boleh lagi berjalan secara parsial, karena itu, lembaga pelatihan pemerintah dan BPSDM perlu menyatukan langkah dalam satu visi kolektif. Tidak ada lagi ruang kita bekerja secara sendiri-sendiri, sudah menjadi sebuah kewajiban kita menyatukan barisan sebagai para pejuang kompetensi Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Ia juga mengundang peserta forum untuk membentuk wadah sinergi atau asosiasi sebagai ruang gotong-royong peningkatan kompetensi ASN.

Lebih lanjut, Kepala LAN menekankan bahwa kolaborasi tidak berhenti pada wacana, tetapi harus diwujudkan melalui berbagi sumber daya secara nyata. “Kita perlu sharing resources, pengetahuan kita, pengalaman kita, teknologi kita, ekspertis kita, sumber daya kita untuk sebuah tujuan bersama yang lebih berdampak kalau dilakukan bersama-sama,” katanya.

Ia menambahkan bahwa para pimpinan lembaga harus memiliki gagasan selaras agar langkah kolaboratif dapat berjalan efektif.

Transformasi metode pengembangan kompetensi ASN juga menjadi fokus utama. Taufiq Dea menegaskan bahwa LAN mendorong pergeseran pembelajaran menuju experiential learning dan digital learning. Menurutnya, sebagian besar pembelajaran ASN kini dilakukan langsung di tempat kerja. “Inilah era pembelajaran berbasis experiential learning, 90% dilakukan di tempat kerja,” ungkapnya.

Sementara itu, pembelajaran digital dipandang sebagai pintu akses pengetahuan yang lebih luas. “Pembelajaran digital tidak lagi dibatasi tembok kelas, ASN dapat belajar kapan saja dan di mana saja anytime, anywhere, anyone. “Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan learning on demand yang relevan dengan dinamika pekerjaan,” harap Taufiq.

Dalam konteks yang lebih luas, Taufiq Dea mengaitkan agenda pengembangan kompetensi ASN dengan visi nasional Indonesia Emas 2045. Beliau mengingatkan bahwa cita-cita menjadi negara dengan ekonomi terbesar ketiga dunia hanya dapat dicapai melalui kerja keras kolektif, terutama dari ASN sebagai mesin penggerak birokrasi. “Indonesia nomor tiga dunia di 2045 itu tidak otomatis. Itu hasil kerja keras. Dan salah satu mesin utama yang menggerakkan ke sana adalah ASN-ASN profesional,” tegasnya. Karena itu, Taufiq menekankan pentingnya membangun ASN unggul sebagai fondasi keberhasilan visi jangka panjang bangsa.

Kepala LAN mengajak seluruh peserta menjadikan forum eksekutif ini sebagai momentum aksi nyata. Ini momentum yang harus Kita wujudkan, bukan sekadar wacana tapi tindakan nyata bersama untuk membangun ASN unggul ke depan,” imbaunya.

Taufiq berharap semangat kolaboratif dan inovasi pembelajaran yang digaungkan hari itu dapat menjadi langkah strategis memperkuat pelayanan publik dan menyiapkan birokrasi yang kompeten menuju Indonesia Emas 2045.

“Dengan penguatan sinergi lintas lembaga, transformasi model pembelajaran, dan komitmen bersama, forum ini menjadi pijakan penting untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur demi pembangunan nasional yang berkelanjutan,” tutupnya./RS

 

Tags:

Penulis
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
Pranata Humas Ahli Muda

Related Posts: