Moderasi Beragama Mengajak Untuk Selalu Rukun dan Toleran

Bagikan artikel ini:
Moderasi Beragama Mengajak Untuk Selalu Rukun dan Toleran
Berita

Foto bersama Kepala Badan (Kaban) Litbang dan Diklat, Prof. Suyitno didampingi Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi Syafi'i dan Kepala KanKemenag Kab. Bekasi Asnawi dengan peserta Pelatihan Penggerak Penguatan Moderasi Beragama Angkatan V setelah penyematan tanda peserta di Hotel Primebiz Cikarang, Senin (19/6/2023).

Cikarang (Pusdiklat Tenaga Administrasi)--- Moderasi sejatinya merupakan pesan ajakan untuk saling toleran dan rukun, sesederhana itu.

Program moderasi beragama ini sudah cukup lama sejak kurang lebih dari tahun 2020, pertanyaannya apakah kita sudah berhasil? Jawabannya belum, target sasarannya belum semuanya tersentuh karena alokasi anggaran terbatas, para pengajar yang juga terbatas,” ujar Kepala Badan (Kaban) Litbang dan Diklat, Prof. Suyitno, pada pembukaan Pelatihan Penggerak Penguatan Moderasi Beragama  Angkatan V yang diselenggarakan Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama di Hotel Primebiz Cikarang, Senin (19/6/2023).

“Saya yakin bahwa penggerak ini sebagai role model, anda adalah tokoh dan aktrisnya di lapangan yang diharapkan dapat memainkan peran di komunitasnya, yang penting outputnya mampu menggerakkan,”ujar Kaban.

“Tapi, sebelum sampai di sana kita harus satu pemahaman mengenai penguatan moderasi beragama ini,”sambungnya.

Kaban mengingatkan pada tahun 80an ada konsep Trilogi Kerukunan yang digelorakan  Menteri Agama Alamsyah. Trilogi kerukunan ini meliputi tiga kerukunan, yaitu: Kerukunan intern umat beragama, Kerukunan antar umat beragama, dan Kerukunan antara umat beragama dan pemerintah.

Kerukunan intern umat beragama, konsep pertama ini mengupayakan berbagai cara agar tidak saling klaim kebenaran. Menghindari permusuhan. Semuanya menciptakan kehidupan beragama yang tenteram, rukun, dan penuh kebersamaan.

Kerukunan antar umat beragama
Konsep kedua dari trilogi kerukunan memiliki pengertian kehidupan beragama yang tenteram antar masyarakat yang berbeda agama dan keyakinan. Tidak terjadi sikap saling mencurigai, menghina, mengejek misalnya seperti menghina istri atau suami orang lain. Kita boleh sangat mencintai milik kita sendiri tapi tidak boleh menghina milik orang lain dan selalu menghormati agama masing-masing.

Kerukunan antara umat beragama dan pemerintah
Pemerintah ikut andil dalam menciptakan suasana tenteram, termasuk kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah sendiri. Semua umat beragama yang diwakili para pemuka dan tokoh agama bisa sinergis dengan pemerintah. Bekerja sama  dengan pemerintah untuk menciptakan stabilitas persatuan dan kesatuan bangsa. Trilogi kerukunan umat beragama diharapkan menjadi salah satu solusi agar terciptanya kehidupan umat beragama yang damai, penuh kebersamaan, bersikap toleran, saling menghormati dan menghargai dalam perbedaan,” jelas kaban.

Kalau dulu, lanjut kaban, indikatornya kerukunan, sekarang ada empat yaitu toleransi, antikekerasan, adaptif terhadap budaya lokal dan komitmen kebangsaan.

“Buat para tokoh agama, kita harus berbuat sesuatu, mari kita luruskan umat kita, mari kita luruskan kelompok kecil yang sangat – sangat membisingkan agar tidak terjadi perpecahan di tanah air kita,”pesan pria kelahiran Tulungagung ini.

Kaban juga mengingatkan dalam memasuki tahun politik ini banyak hal yang harus diwaspadai. Penting bagi ASN Kemenag untuk mewaspadai politik identitas. Bukan berarti tidak boleh punya identitas. “Namun, jangan ada polarisasi tertentu atas nama identitas yang bermuara pada perpecahan. Termasuk yang sensitif adalah identitas agama untuk kepentingan politik,” tutupnya.

Pelatihan dilaksanakan dari tanggal 19 s.d. 23 Juni 2023 di Hotel Primebiz Cikarang diikuti 30 orang peserta berasal dari Tokoh Agama dan Pengurus Rumah Ibadah yang berada di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Hadir juga pada kesempatan ini Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi Syafi’i dan Kepala Kantor kementerian Agama kabupaten Bekasi Asnawi. /RS

Tags:

Penulis
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
Pranata Humas Ahli Muda

Related Posts: