Ciputat (Pusbangkom MKMB)—Pelantikan pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama menjadi momentum untuk memperkuat komitmen aparatur dalam menjalankan amanah melalui karya nyata. Para pejabat struktural dan fungsional yang dilantik didorong untuk rendah hati, adaptif, dan memberi manfaat bagi organisasi.
Kepala BMBPSDM Muhammad Ali Ramdhani melantik Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Risani, dua Perencana Ahli Pertama, satu Pustakawan Ahli Pertama, satu Analis Pengelola Keuangan APBN Ahli Muda, dan satu Pranata Keuangan APBN Penyelia secara daring di Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Ciputat. Pelantikan bagi sebagian pejabat fungsional berlangsung secara daring.
Dalam sambutannya, Kaban Dhani, sapaan akrabnya, mengatakan jabatan merupakan amanah dan bentuk kepercayaan yang harus diwujudkan melalui kerja nyata. Menurut dia, rasa syukur atas amanah tersebut tidak cukup berhenti pada ucapan, tetapi harus diterjemahkan dalam kinerja dan kontribusi bagi organisasi.
“Bersyukurlah atas apa yang telah Anda terima pada hari ini. Syukur bagi seorang yang beriman tidak sekadar lafaz atau pujian kepada Tuhan, tetapi harus diaktualisasikan melalui karya-karya nyata,” ujar Kaban Dhani di Ciputat, Selasa (1/9/2026).
Ia kemudian mengajak para pejabat yang baru dilantik menjadikan filosofi air sebagai salah satu pegangan dalam menjalankan tugas. Air, kata dia, memiliki karakter yang dapat menjadi teladan dalam kepemimpinan: merendah, mengalir, bergerak, dan memberikan manfaat bagi lingkungan yang dilaluinya.
Dalam konteks kepemimpinan, sifat air yang selalu mengambil posisi lebih rendah dimaknai sebagai sikap rendah hati. “Seorang pemimpin bersedia mendengar dan memahami kebutuhan bawahannya,” katanya.
Dengan sikap tersebut, lanjut Kaban Dhani, kepemimpinan tidak hanya bertumpu pada kewenangan, tetapi juga pada kemampuan membangun hubungan kerja yang sehat.
“Air selalu mengambil posisi gravitasi yang bawah. Artinya, dia selalu merunduk, selalu tawaduk, dan selalu mendengarkan apa yang perlu didengar dari bawahan-bawahannya,” tuturnya.
Selain rendah hati, Kaban Dhani menekankan pentingnya terus bergerak menghadapi berbagai tantangan organisasi. Ia mengibaratkan air yang terus mengalir sebagai gambaran aparatur yang tidak boleh berhenti menghadapi persoalan.
Menurut dia, tantangan dalam pelaksanaan tugas, termasuk persoalan penganggaran, harus dihadapi dengan sikap adaptif dan kemauan untuk terus mencari jalan keluar.
“Pada saat ini kita menghadapi tantangan penganggaran, tidak boleh diam. Teruslah bergerak,” tegasnya.
Filosofi air juga mengandung pesan agar kehadiran seorang pejabat membawa kesejukan dan manfaat bagi lingkungan kerja. “Seperti air yang memberi berkah di setiap titik yang dilaluinya, pejabat diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi organisasi dan masyarakat
Kaban Dhani juga mengingatkan para pejabat yang dilantik bahwa posisi yang mereka emban merupakan kepercayaan yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Karena itu, jabatan hendaknya tidak dipandang semata sebagai posisi struktural atau fungsional, melainkan sebagai ruang untuk menunjukkan kelayakan melalui kinerja dan pengabdian.
“Amanah adalah sebuah kepercayaan, laksanakan secara baik,” pesannya.
Kaban Dhani juga mengharapkan pelantikan tersebut dapat memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi BMBPSDM, sekaligus mendorong terbangunnya kepemimpinan yang responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemanfaatan. “Para pejabat baru diharapkan mampu membawa semangat tersebut dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing serta terus bergerak menghadapi dinamika organisasi,” pungkasnya./RS
