Webinar SERASI VII: Perempuan Berdaya Kunci Keberlanjutan Peradaban dan Lingkungan

Bagikan artikel ini:
Webinar SERASI VII: Perempuan Berdaya Kunci Keberlanjutan Peradaban dan Lingkungan
Berita

Webinar Seminar Rutin untuk ASN Inspiratif (SERASI) Seri tujuh bertema “Perempuan Berdaya, Semesta Terjaga: Jejak Kartini untuk Bumi Pertiwi” yang digelar secara luring dan daring dari Kampus Pusbangkom MKMB, Rabu (22/4/2026).

Ciputat (Pusbangkom MKMB)---Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Kementerian Agama, Musyarrafah Amin, menegaskan bahwa isu perempuan tidak hanya berkaitan dengan peran sosial, tetapi juga menyangkut masa depan peradaban. Perempuan berdaya menjadi kunci dalam membangun keluarga yang kuat, masyarakat yang tangguh, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.

Hal tersebut mengemuka saat beliau menyampaikan keynote speech pada Webinar Seminar Rutin untuk ASN Inspiratif (SERASI) Seri tujuh bertema “Perempuan Berdaya, Semesta Terjaga: Jejak Kartini untuk Bumi Pertiwi” yang digelar secara luring dan daring dari Kampus Pusbangkom MKMB dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Bumi Tahun 2026.

“Tantangan global seperti perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan ketimpangan sosial menempatkan perempuan pada posisi strategis sebagai agen perubahan,” ujarnya secara daring di Ciputat, Rabu (22/4/2026).  

Menurutnya, perempuan dinilai memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir, perilaku, dan kesadaran generasi mendatang, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Mengacu pada semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini, Kapus Musyarrafah menyebut bahwa keberanian untuk berpikir, belajar, dan bertindak menjadi fondasi utama dalam mendorong perubahan. “Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dalam menjawab tantangan zaman, termasuk dalam upaya menjaga lingkungan dan mendorong pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa peran perempuan di ruang domestik dan publik tidak perlu dipertentangkan. “Keduanya saling melengkapi dalam membangun keseimbangan kehidupan, sekaligus memperkuat nilai-nilai keluarga sebagai fondasi peradaban,” tekannya.

Dalam konteks pembangunan nasional, lanjutnya, keterlibatan perempuan terbukti mampu mendorong lahirnya kebijakan yang lebih inklusif, adil, dan berorientasi pada keberlanjutan. “Karena itu, pemberdayaan perempuan perlu terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas, perluasan akses, serta penciptaan ekosistem yang mendukung,” tegas Kapus.

Kapus Musyarrafah juga mengajak seluruh peserta menjadikan momentum webinar ini sebagai titik awal untuk memperkuat komitmen dalam memberdayakan perempuan dan menjaga lingkungan. Perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan penerapan gaya hidup berkelanjutan.

“Jejak Kartini adalah inspirasi langkah kita hari ini untuk bumi karena dari tangan Kartini lahir perubahan, dari kepedulian kita hari ini lahir masa depan bumi yang lebih hijau,” ujarnya. Karena menurut beliau, ketika perempuan berdaya, keluarga akan bergerak. Ketika keluarga bergerak, masyarakat akan berubah, dan pada akhirnya semesta akan lebih terjaga.

“Jangan hanya menjadi saksi perubahan, tetapi jadilah bagian dari perubahan itu,” pesan Kapus menutup sambutannya.

Peserta webinar juga dapat menyimak live streaming  melalui YouTube  Pusbangkom MKMB.

Webinar menghadirkan pembicara ternama, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, Lc, MA,  Widyaiswara Ahli Madya Pusbangkom MKMB Drs. H. M. Tahmid, M.Pd, Analis Kebijakan Ahli Madya Pusbangkom MKMB Farida Ishak, SE, MAP dan dimoderatori Pranata Humas Ahli Muda Pusbangkom MKMB Yaniwati, SE, MAP./RS

 

 

 

Tags:

Penulis
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
RAHMI SIREGAR, S.Sos.
Pranata Humas Ahli Muda

Related Posts: